CIAAYUMAJAKUNING.ID – Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan dalam rangka menghadiri Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri juga sekaligus meresmikan TK Labschool Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan.
Serta peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD Aisyiyah Kuningan.
Acara yang di gelar oleh Muhammadiyah Kuningan juga di hadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Hadir pula anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rokhmat Ardiyan dan Rektor UM Kuningan Wawang Anwarudin.
Abdul Mu’ti menyampaikan sejumlah kebijakan strategis kementerian, salah satunya terkait perubahan paradigma wajib belajar.
“Kami memulai program Wajib Belajar 13 Tahun yang di mulai dari TK, minimal terdapat satu TK di tiap desa,” ujarnya.
Mendikdasmen RI menyampaikan kabar terkait perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) yang juga mencakup anak-anak TK.
“Nilainya sekitar Rp450 ribu per tahun untuk sekitar 888 ribu penerima,” jelasnya.
Beasiswa bagi guru PAUD dan SD yang belum menempuh D4 atau S1 dengan bantuan Rp3 juta per semester juga di siapkan.
Rektor UM Kuningan Wawang Anwarudin berharap berdirinya TK Labschool dan SD Aisyiyah dapat mencetak generasi berkarakter dan berkemajuan.
“Semoga tahun depan kami juga bisa mendapatkan kado berupa peresmian Hall Sport Center,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan menilai langkah Muhammadiyah konsisten berinvestasi dalam ‘jalan sunyi’ pendidikan.
“Ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi investasi peradaban,” ujarnya.

Acara ditutup dengan peninjauan gedung TK Labschool yang di nilai Menteri estetik dan ramah anak.
Karena di lengkapi taman sayuran serta kolam ikan sebagai sarana edukasi berbasis alam.
Sebelumnya Bupati menemani Mendikdasmen panen ubi jalar dan pengukuhan Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam), Sabtu (20/12).
Menurutnya kehadiran Jatam sejalan mampu menempatkan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi masyarakat.
Bupati menilai penguatan organisasi petani menjadi kunci.
“Dengan kelembagaan kuat, produktivitas meningkat, akses pasar terbuka dan nilai tambah bisa dinikmati petani,” ujarnya.
Kegiatan itu juga di warnai penyerahan bantuan pompa air sebagai dukungan sarana produksi pertanian.
Ketua MPM Muhammadiyah M Nurul Yaminmenyampaikan pengembangan Jatam di rancang terpadu dari hulu hingga hilir.
Mulai dari penguatan teknologi budidaya, pengokohan kelembagaan hingga jejaring pasar dan kemitraan.
Ubi jalar yang dipanen terdiri dari varietas Cilembu dan Naruto.
Ia juga menekankan peran UM Kuningan sebagai mitra strategis dalam pendampingan, penguatan dan pengembangan jejaring.
Sementara itu, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya regenerasi petani.
Stigma lama yang mengaitkan pertanian dengan keterbelakangan harus di patahkan melalui pendekatan kebudayaan berbasis pendidikan.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjadi kunci peningkatan kesejahteraan di negara agraris,” tegasnya.
Ketua Muhammadiyah Kuningan Dadan Rahmatun Ramdhan menyebut Jatam sebagai wujud dakwah melalui pemberdayaan ekonomi umat. ***


