Umum
Gowes Jadi Gaya Pemkot Cirebon Untuk Belanja Masalah

CIAYUMAJAKUNING.ID – Belanja masalah, menjadi salah satu cara ampuh pemerintah dalam merencanakan program dan solusi dalam penyelesaian masalah.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon memiliki cara tersendiri untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang ada di sebuah wilayah, yakni dengan cara Gowes Ceria.
Rute yang dilalui Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi bersama pesepeda lainnya yakni start di Jalan Perjuangan dan finish Balai Kota Cirebon dengan titik transit di Taman Krucuk dan lokasi Program Kotaku Kelurahan Panjunan.
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, gowes ini dilakukan selain berolahraga, dengan gowes juga dapat menjadi cara belanja masalah di titik-titik wilayah tertentu.
“Ini gowes bersama semacam belanja masalah, transit di Taman Krucuk yang memang butuh pemeliharaan, sambil nanti koordinasi dengan provinsi terkait pengelolaannya,” ungkap Agus di sela giat gowesnya, Sabtu (27/3/2021).
Setelah transit di Taman Krucuk, lanjut ke kawasan pesisir dan kembali berhenti di lokasi Kotaku di Kelurahan Panjunan.
“Disitu (lokasi Kotaku) karena ada pengerukan, nanti disitu ada kampung warna warni dan ada juga rumah susun,” ungkap Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota, Eti Herawati mengungkapkan, proyek Kotaku di Kelurahan Panjunan saat ini progresnya sudah cukup baik, sudah tinggal lelang dan Juni mudah-mudahan sudah mulai pembangunan.
“Di pemukimannya nanti kita buat kampung warna-warni, tinggal nunggu progres saja, saya berharap, di akhir tahun selesai pembangunan ini, kampung warna-warni nanti kami menggandeng salah satu perusahaan cat,” jelasnya.
Untuk diketahui, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jabar, Feriqo Asya Yogananta menjelaskan program Kotaku merupakan kolaborasi dan sinergitas antar pemerintah pusat dan daerah.
“Serta sebagai terobosan untuk percepatan penuntasan kawasan kumuh,” ungkap Feriqo.
Di Jawa Barat, lanjut Feriqo sudah cukup banyak kawasan kumuh yang ditangani bersama atas inisiatif pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah Provinsi Jawa barat. Kawasan kumuh yang tersisa di Jabar tinggal 649,8 hektar lagi.
“Sedangkan yang di Panjunan luasnya mencapai 17,73 hektar ,” ungkap Feriqo.
- Teknologi2 tahun ago
SamFW Tool 4.0 Tool Gratis FRP Samsung Cukup Satu Klik
- Lirik Lagu2 tahun ago
Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia
- legal2 tahun ago
Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya
- Kuliner5 tahun ago
Menyesap Kopi Lunaira Usung Konsep Bayar Seikhlasnya
- Teknologi2 tahun ago
Download TFT Unlock 2023 V3.1.1.1 Update ByPass FRP Tool dan Unlock iPhone dan iPad
- Umum3 bulan ago
Istimewa, Bupati Terpilih Kuningan Dian Rachmat Yanuar Rayakan HUT ke-57
- Umum4 bulan ago
BBGP Jabar Gelar Program Kareta Sobat di Gedung Linggarjati Kuningan
- Budaya4 bulan ago
Tradisi Memitu Indramayu Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia