Connect with us

Pariwisata

Upaya Bangkitkan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata

Published

on

Ciayumajakuning.id

CIAYUMAJAKUNING.ID – Pariwisata yang merupakan sektor padat karya mendapatkan pukulan keras bagi perekonomian nasional tepatnya pada kuartal kedua tahun 2020 yang lalu saat kasus pandemi Covid-19 merebak di wilayah Indonesia. Bahkan secara data nasional pada tahun 2019 terdapat 13 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.

Tidak berputarnya perekonomian disektor pariwisata disebabkan menurunnya jumlah pengunjung, akibat adanya kebijakan pembatasan pergerakan sosial oleh pemerintah. Oleh karena itu, sektor pariwisata merupakan salah satu sumbangsih besar terjadinya resesi perekonomian yang menimpa Indonesia beberapa waktu lalu.

Pembukaan sektor pariwisata saat pandemi Covid-19, merupakan bentuk strategi pemerintah dalam rangka usaha memperbaiki perekonomian yang sempat mengalami kelesuan. Untuk membangkitkan perekonomian setelah hampir dua tahun anjlok akibat Covid-19, pemerintah pun kini akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kesempatan sektor pariwisata yang dibuka kembali dengan syarat terapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mengambil kesempatan atas kebijakan pemerintah pusat itu, sejumlah destinasi wisata di Cirebon tidak mau melewatkan kesempatan itu. Hal itu dapat dilihat saat ini jumlah kendaraan luar Cirebon yang sudah mulai lalu lalang dijalan disetiap minggunya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg menuturkan, pasca adanya penutupan bagi sektor pariwisata diakuinya berdampak kurang baik bagi perputaran ekonomi masyarakatnya. Dijelaskannya, sektor pariwisata di Kabupaten Cirebon mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata batik, wisata religi dan wisata kuliner selama ini menyumbangkan roda perekonomian bagi masyarakat.

Advertisement

“Selama ini kan kita biasa lihat kendaraan berplat luar Cirebon lalu lalang dijalanan, tapi setelah adanya kebijakan pembatasan sosial katena meningkatnya jumlah kasus Covid-19, jalanan sepi dari kendaraan apalagi kendaraan dari luar Cirebon karena adanya penyekatan,” kata Imron saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (29/10/2021).

Maka dengan adanya kebijakan kelonggaran bagi sektor pariwisata, dirinya telah menyusun sejumlah strategi untuk melakukan pemulihan perekonomian Kabupaten Cirebon. Salah satunya belum lama ini pihaknya telah melaunching satgas investasi guna mempercepat pemulihan ekonomi di Kabupaten Cirebon.

“Kita akui sejauh ini kan tempat wisata yang sering dikunjungi wisata religi, wisata battik dan kuliner. Kalau wisata alam daerah kita masih kalah dengan Kuningan dan Majalengka, jadi kemarin kita bentuk satgas investasi juga upaya untuk mengembangkan potensi pariwisata buatan,” ungkap Imron.

Dirinya juga menilai, jika sektor pariwisata berbeda dibandingkan dengan sektor industri. Pasalnya sektor pariwisata semakin lama akan semakin lebih maju dan perputaran ekonominya lebih bisa bertahan lama serta cakupannya sangat luas.

“Sekarang pemikiran simpelnya begini deh, sektor industri semakin lama nilai pengeluarannnya akan lebih besar terutama untuk upah karyawannya. Nyatanya pabrik-pabrik yang ada di Karawang, Cikarang, Cibinong aja rata-rata pindah ke wilayah yang UMK nya lebih kecil,” ujar Imron.

Advertisement

Dari hasil data yang berhasil dihimpun, pasca pemerintah pusat memberikan peluang bagi sektor patiwisata untuk bisa menancapkan kembali pada lingkaran perekonomian yang positif. Jumlah rata-rata okupansi hotel di Kabupaten Cirebon meninggkat menjadi 85 persen disetiap minggunya. Bukan hanya itu, jumlah kunjungan mulai dari wisata religi, wisata batik, wisata kuliner dan wisata alam terdapat kenaikan diangka 70 persen.

Hal senada pun dilontarkan oleh Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum yang mengatakan, dikarunia anugerah alam yang indah, menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam destinasi wisata alam. Melihat potensi yang luar biasa itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui visinya Jabar Juara, akan menjadikan wisata sebagai salah satu kekuatan kekuatan ekonomi di Jawa Barat ditengah Pandemi Covid-19.

Dikatakannya potensi wisata, menjadi salah satu pendongkrak geliat ekonomi masyarakat di Jawa Barat. Dinilainya dengan adanya destinasi wisata perputaran ekonomi akan menjadi lebih cepat, terlebih lagi setelah hampir dua tahun pandemi Covid-19 merebak membuat perekonomian masyarakat menjadi tidak stabil.

“Potensi wisata di Jabar saya sangat yakin bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga bisa mendorong visi dan misi kita yaitu Jabar Juara lahir batin,” kata Uu.

Ketika ditanya jumlah destinasi wisata di Jawa Barat, Uu menegaskan dengan adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan jumlah destinasi wisata. Melainkan jumlah destinasi wisata di Jawa Barat meningkat dengan kehadiran sejumlah investor.

Advertisement

“Jumlah wisata di Jabar sekarang meningkat walaupun pandemi belum seutuhnya selesai, apalagi sekarang sudah membebaskan masyarakat menjalankan aktifitasnya dengan syarat prokes,” ungkap Uu.

Jawa Barat sempat mengalami penurunan ekonomi yang cukup drastis diangka minus 5 persen. Maka dengan kehadiran sejumlah destinasi wisata baru dan wisata yang sudah ada, kini ekonomi di Jawa Barat meningkat diangka 4 persen akibat efek meningkatnya wisata di Jawa Barat.

“Alhamdulillah sekarang ekonomi di Jabar sudah naik menjadi 4 persen, karena sebelumnya ekonomi di Jabar menurun drastis ketika meningkatnya jumlah kasus Covid-19 diangka minus 5 persen. Kenaikan ekonomi ini tidak dipungkiri berasal dari destinasi wisata,” pungkas Uu.

Continue Reading

Yang Lagi Trend