Connect with us

Umum

Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta DLH Lebih Inovatif Susun Program Prioritas

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Komisi II DPRD Kota Cirebon mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar lebih inovatif menyusun program prioritas.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA menyampaikan hal itu usai rapat kerja dengan DLH.

Dalam mengelola sebuah lembaga seperti DLH, menurutnya, perlu inovasi dan kreativitas sehingga menghasilkan program yang berdampak baik bagi masyarakat .

Sebagai contoh, penanaman mangrove di sepanjang garis pantai harus DLH gencarkan, karena bisa menjadi potensi dari segi pemanfaatan lingkungan.

Metode tesebut jauh lebih efektif guna menekan polusi. Watid berpendapat, Pemda Kota Cirebon belum bisa menyediakan 20 persen area ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana amanat perundang-undangan.

Advertisement

“Gencarkan penanaman mangrove. Manfaatkan kita punya potensi pantai. Hari ini perdagangan karbon di mana-mana. Kita juga di sini bisa dengan mangrove tadi. Kita juga bisa dapat lahan baru dari Mangrove. Memangnya perluasan kota mau ke mana?” kata Watid usai rapat.

Terkait dengan terbenturnya regulasi, dia menegaskan Komisi II siap mendampingi sampai ke DLH Provinsi Jawa Barat. “Kalau terhalang dengan aturan di provinsi, mari kita diskusi dan carikan solusinya. Diskusi ini tidak akan buntu, ketika ini untuk persoalan yang baik,” ungkap Watid.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cirebon Doddy Aryanto menyarankan untuk membentuk badan layanan umum daerah (BLUD) guna menanggulangi sampah.

“Karena kaitannya dengan retribusi, dan MoU,” imbuh Doddy saat rapat di Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (6/10) malam.

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kamalullah SSos juga senada, ia mendesak agar DLH dapat berinovasi.

Advertisement

Atau setidaknya punya ide kreatif agar meningkatkan daya saing dan pelayanan publik.

Bahkan, hal itu tidak menutup kemungkinan dapat berkontribusi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Sejak tahun kemarin saya sudah menggagas, terkait pengolahan sampah ini kalau perlu pihak ketiga untuk mengelolanya. Sehingga dari sampah ini bisa menjadi keuntungan,” tutur Handarujati. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend