Connect with us

Umum

Wakil Bupati Cirebon: Penanganan Stunting Harus Sama Seperti Covid-19

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Penurunan angka stunting, menurut Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih harus sama seperti menangani pandemi covid-19.

“Penanganan stunting harus memiliki strategi yang sama saat menangani covid-19, yaitu dengan cara melibatkan TNI-Polri, para camat, kepala desa, serta lainnya,” kata Ayu sapaan akrabnya, Sabtu (29/10).

Dengan menggunakan strategi tersebut, menurut dia, maka dapat dipastikan penurunan stunting bisa semakin cepat, karena semua bergerak secara bersama-sama.

Persoalan stunting adalah persoalan multi sektoral yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi harus melibatkan semua unsur yang terkait.

“Semua harus melakukan edukasi kepada masyarakat, secara bersama-sama, begitu pun guru kepada murid-muridnya,” ujar Ayu.

Advertisement

Selain itu, penanganan stunting saat ini harus berbasis data, by name by address, sehingga bisa fokus pada target sasaran.

Edukasi juga, menurutnya, harus dilakukan juga kepada remaja putri, karena mereka adalah calon pengantin yang kelak akan melahirkan anak-anak.

Dan tentu, sambung Ayu, harus sehat sejak sebelum menikah, agar dapat melahirkan balita menuju generasi emas yang bebas stunting.

“Jangan sampai remaja putri sudah terkena anemia akibat kekurangan gizi, yang dampaknya ketika menikah nanti dan memiliki keturunan di kemudian hari, bisa melahirkan anak dalam kondisi stunting,” ujarnya.

Ayu berharap, agar para calon pengantin sebaiknya diberikan edukasi selama 3 bulan.

Advertisement

Mengingat edukasi pencegahan stunting harus dengan menyeluruh, untuk memberikan pengetahuan pencegahannya kepada calon pengantin.

Hal tersebut, kata dia, agar kedua calon pengantin, ketika sudah menikah nanti bisa melakukan pengawasan dan pengontrolan secara mandiri saat hamil.

Ayu melanjutkan, dan setelah melahirkan, sehingga terjadinya stunting ke depan dapat dicegah secara maksimal.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga berdampak pada gagal tumbuh kembang pada fisik dan otak anak. Jika dibiarkan akan berpengaruh kepada melemahnya indeks tingkat SDM,” katanya.

Untuk itu, kata Ayu, kasus stunting harus ditangani secara serius berbasis data, agar di Kabupaten Cirebon bisa segera terjadi penurunan dan ditargetkan bebas stunting sebagaimana yang diharapkan. ***

Advertisement

Continue Reading

Yang Lagi Trend