Connect with us

Kuliner

Siswa SMAN 1 Bantarujeg Majalengka Kembangkan Makanan Olahan dari Ikan Lele

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Selain sukses membudidayakan ikan lele, pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Bantarujeg, Kabupaten Majalengka juga berinovasi mengembangkan berbagai produk makanan olahan berbahan dasar lele.

Menurut Kepala SMAN 1 Bantarujeg Toto Warsito, pihaknya menyiapkan langkah untuk mendorong tumbuhnya jiwa enterpreneur siswa.

“Sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing dalam menghadapi tantangan, salah satunya lewat budidaya ikan lele dan inovasi pengembangan makanan berbahan dasar lele,” katanya, Rabu (09/11).

Untuk diketahui, Toto Warsito adalah sosok yang pernah menyandang predikat sebagai Kepala Sekolah Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional 2021.

Toto berharap, pengembangan budidaya ikan lele oleh pelajar SMA yang berada di Kecamatan Bantarujeg itu dapat menjadi bekal selepas lulus.

Advertisement

Ia memahami betul tantangan yang dihadapi peserta didiknya saat ini, yang tentu dihadapkan dalam beberapa pilihan.

“Tak sedikit juga yang langsung mencari pekerjaan atau bahkan menjadi pengangguran karena tidak memiliki kompetensi. Tantangan itulah yang ingin kita pecahkan bersama dengan pengenalan enterpreneur,” ungkap Toto.

Melihat fenomena itu, ia termotivasi untuk mengenalkan dan mendorong jiwa enterpeneurship tersebut kepada siswa melalui budidaya ikan lele dalam ember.

Ia juga mendorong para siswa untuk dapat menciptakan produk olahan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi seperti nugget lele, lele crispy, steik dan bakso lele.

“Termasuk dalam pemasaran, kita maksimalkan era digital ini dengan tersedianya sejumlah e-commerce atau platform jualan online. Jadi dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Advertisement

Berdasarkan riset di sekolah, sebut Toto, hanya 40 persen dari alumni yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Oleh karenanya, ia pun merasa harus ikut memikirkan 60 persen nasib alumni lainnya melalui pengembangan enterpeneurship pendidikan melalui pengolahan dan pemasaran.

Sebagai contoh, jika menjual bahan baku ikan lele itu berkisar di harga Rp15 hingga Rp20 ribu per kilogram, keuntungan akan melimpah bilamana menjual produk olahan.

“Ketika mengolahnya menjadi bakso atau steik lele, untuk satu kilogram lele itu bisa menjadi 15 bungkus dengan harga jual Rp10 ribu untuk satu bungkus. Itu artinya satu kilo ikan lele dapat menghasilkan Rp150 ribu,” kata Toto. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend