Connect with us

Umum

Bupati Cirebon Minta Sub PPKBD di Ciledug Tak Sekedar Perjuangkan Program KB

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang di hadiri pula oleh Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Rabu (20/09).

Bupati Imron mengatakan sub PPKBD merupakan salah satu wadah kegiatan program Keluarga Berencana (KB) di setiap desa.

“Saya mengingatkan kepada sub PPKBD, supaya tidak sekedar memperjuangkan program KB saja,” pintanya.

Imron melanjutkan sub PPKBD di Kabupaten Cirebon juga harus menjadi kader disiplin, loyal, penuh dedikasi dan mampu bekerja secara profesional.

Baginya, Sub PPKBD merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

“Selain itu, menjadi indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu daerah,” imbuh Imron.

Sub PPKBD, jelasnya, bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan berbagai penyuluhan program KB.

Selain itu, juga bergerak meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi dan mendekatkan pelayanan kepada akseptor KB di pedesaan.

“Mereka menyebarluaskan gagasan melalui kampung KB sehingga dapat membantu terwujudnya akseptor KB yang lestari,” tambahnya.

Silaturahmi juga di hadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni.

Advertisement

Ia menyebut Sub PPKBD merupakan lini terdepan yang langsung berhubungan dengan masyarakat guna memotivasi masyarakat supaya mau menjadi pejuang KB.

Selain itu, tim pendamping tersebut bergerak dalam rangka percepatan penurunan angka stunting.

“Memiliki tugas membimbing para calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, dan ibu yang memiliki anak balita,” ujar Eni.

Selain itu, sambungnya, mereka juga mengedukasi terkait pengolahan masakan bagi ibu hamil.

Meskipun begitu, tim pendamping tersebut bergerak secara sukarela tanpa mendapatkan honor dari Pemkab Cirebon.

Advertisement

Hal ini, karena keterbatasan jumlah anggaran yang dimiliki oleh DPPKBP3A Kabupaten Cirebon.

“Meskipun tidak di gaji, mereka sukses mengantarkan 250 ribu orang menggunakan MKJP dan menjadi juara,” sebut Eni. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend