Connect with us

Umum

Eti Herawati Dorong Potensi Peternakan di Argasunya untuk Kesejahteraan Warga

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Calon Wali Kota Cirebon nomor urut 02, Eti Herawati, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan potensi peternakan di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon. Hal ini disampaikan Eti saat meninjau peternakan sapi di RW 04 Argasunya pada Senin (18/11/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda sapa warga sekaligus evaluasi atas program bantuan sapi yang diterima oleh kelompok peternak setempat.

Peternakan sapi yang dikelola oleh Kelompok Tani Ternak (Gapoktan) RW 04 Argasunya adalah hasil bantuan Kementerian Pertanian pada tahun 2022. Saat itu, sebanyak 40 ekor sapi diberikan, dengan alokasi 20 ekor untuk Dinas Pertanian dan 20 ekor lainnya untuk Gapoktan.

“Alhamdulillah, sapi-sapi bantuan dari pemerintah pusat ini berkembang sesuai harapan. Ini bukti nyata potensi besar di Argasunya yang harus terus kita kembangkan,” ujar Eti saat mengunjungi kandang sapi.

Dukung Kampung Tematik

Sejalan dengan visi program Bersama Eti-Suhendrik (BERES) yang mengedepankan pengembangan kampung tematik, Eti berjanji akan terus mendorong pengembangan wilayah sesuai karakteristik dan potensinya.

Advertisement

“Setiap wilayah di Kota Cirebon memiliki keunikan tersendiri. Argasunya, misalnya, sudah diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk mengelola potensi peternakan. Ini peluang yang harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Eti juga menambahkan bahwa jika kembali diberi amanah oleh masyarakat, ia akan memberikan perhatian lebih pada pengembangan ekonomi lokal melalui kampung tematik, termasuk di bidang peternakan dan pertanian.

Keberhasilan dan Tantangan Gapoktan RW 04

Ketua Gapoktan RW 04, Udin, melaporkan bahwa bantuan sapi yang diterima dua tahun lalu telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari awal 20 ekor, kini jumlah sapi bertambah menjadi 40 ekor, dan 24 ekor sapi jantan telah berhasil dijual.

“Alhamdulillah, manfaatnya sudah sangat terasa. Kami berterima kasih kepada Ibu Eti Herawati atas bantuan ini. Harapannya, ke depan, potensi ini bisa terus berkembang,” ungkap Udin.

Advertisement

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi kelompok tani, terutama minimnya ketersediaan air di musim kemarau. Selain itu, ia berharap adanya bantuan alat pengolahan pupuk untuk mendukung usaha produksi pupuk organik di Argasunya.

“Jika ada alat pengolahan pupuk, kami bisa menambah pendapatan melalui produksi pupuk organik yang berbasis pada limbah peternakan,” tutupnya.

Continue Reading

Yang Lagi Trend