spot_img
Sabtu, Mei 9, 2026
More

    Kas Bersih WSBP Positif, Penerimaan Pelanggan Tumbuh 19,62% Sepanjang Tahun 2024

    Jakarta, April 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja operasional yang baik sepanjang tahun 2024. Perusahaan berhasil membukukan kas bersih positif dari aktivitas operasi. Di sisi lain, penerimaan dari pelanggan mengalami peningkatan sebesar 19,62% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Capaian ini merupakan hasil dari upaya manajemen yang hati-hati dan selektif dalam mengikuti tender
    proyek. WSBP menjalankan serangkaian langkah strategis seperti mengidentifikasi potensi risiko
    proyek, mengevaluasi kredibilitas pelanggan, memastikan kecukupan pendanaan, serta membentuk
    tim khusus untuk penagihan piutang. Upaya ini membantu perusahaan lebih tepat dalam memilih
    proyek dan turut mendukung stabilitas keuangan secara keseluruhan.

    “Strategi kami berfokus pada keberlanjutan dan mitigasi risiko sejak awal proses tender. Dengan
    selektif memilih proyek yang sehat secara finansial dan operasional, kami mampu menjaga arus kas
    tetap positif serta membangun fundamental bisnis yang lebih kuat,” ujar Fandy Dewanto Kepala Divisi
    Corporate Secretary WSBP.

    Kas bersih yang diperoleh kemudian digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan modal
    kerja dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada kreditur, khususnya dalam rangka penyelesaian
    tahapan Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) tahap 3, 4, dan 5. Langkah ini juga
    menunjukkan komitmen WSBP dalam menjaga integritas keuangan serta meningkatkan kepercayaan
    para pemangku kepentingan.

    Sepanjang tahun 2024, WSBP berhasil mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp2,37 triliun
    yang berasal dari berbagai lini bisnis. Lini precast berkontribusi sebesar Rp860,85 miliar, diikuti oleh
    lini Readymix & Quarry sebesar Rp913,16 miliar, Jasa Konstruksi & Instalasi sebesar Rp574,5 miliar,
    serta lini Sewa Alat sebesar Rp20,23 miliar. Kontrak-kontrak baru ini diperoleh dari sumber eksternal
    maupun internal, dengan kontribusi eksternal sebesar 62,65% dan internal (dari Waskita Group)
    sebesar 37,35%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa saat ini WSBP semakin dipercaya oleh pasar di
    luar Waskita Group, yang tercermin dari dominasi nilai kontrak eksternal dalam perolehan NKB tahun
    2024.

    Keberhasilan WSBP meraih kontrak eksternal yang lebih tinggi dibanding internal menjadi indikator
    positif atas meningkatnya daya saing perusahaan di industri konstruksi dan infrastruktur. Hal ini
    membuktikan bahwa WSBP tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan dari Waskita Group
    sebagai induk usaha, tetapi juga berhasil memperluas portofolio pelanggan di pasar eksternal.

    Dominasi nilai kontrak eksternal mencerminkan posisi WSBP yang semakin kuat sebagai mitra
    strategis terpercaya bagi berbagai proyek nasional maupun swasta, baik untuk kebutuhan precast,
    readymix, hingga jasa konstruksi.

    Adapun beberapa proyek di luar Waskita Grup yang didapat yaitu Proyek Jalan Tol Palembang-Betung

    Seksi 3 Pangkalan Balai Betung yang dimiliki oleh PT Hutama Karya, Proyek Pembangunan Bagian

    Junction Palembang Pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Simpang Indralaya – Muara Enim yang

    dimiliki oleh PT Hakaaston, Proyek Pembangunan Pengaman Pantai NCICD Fase A Lokasi 1 Paket 2

    yang dimiliki oleh PT Trico Wana, Proyek Nusantara International Convention and Exhibition District

    18 PIK 2 yang dimilki oleh PT Industri Pameran Nusantara, Sumbawa LNG/Liquefied Natural Gas (gas

    alam cair) Terminal and Regasification Project yang dimiliki oleh PT JGC Indonesia, dan berbagai

    proyek lainnya.

    “Kepercayaan pasar eksternal menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan bisnis WSBP. Hal ini
    menunjukkan bahwa strategi selektif yang kami terapkan tidak hanya efektif, tetapi juga memperkuat
    posisi WSBP sebagai mitra konstruksi yang andal dan kredibel,” tambahnya.

    WSBP terus berkomitmen menjalankan operasional bisnis dengan mengedepankan tata kelola
    perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang terukur. Seluruh kebijakan diambil secara
    transparan, akuntabel, serta kepatuhan terhadap regulasi, demi mendukung pertumbuhan
    berkelanjutan yang berprinsip pada kehati-hatian.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories