Ini Upaya Pemkot Cirebon Atasi Keterbatasan Lahan Pertanian

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDDKPPP Kota Cirebon meluncurkan sosialisasi perwali tentang Fasilitasi Distribusi Pangan dan program Gapura Pangan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Inisiatif Gapura Pangan lahir dari semangat perubahan dan kepedulian terhadap stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan di Kota Cirebon.

Acara peluncuran di hadiri oleh Pj Sekda Kota Cirebon Sumanto yang mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah merancang proyek perubahan ini.

Ia mengatakan keterbatasan lahan yang sekitar 93 hektar lahan baku sawah membuat Kota Cirebon bergantung pada pasokan pangan dari luar hingga 95 persen.

“Kondisi tersebut menuntut adanya strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga terstruktur dan berkelanjutan,” tutur Sumanto.

Melalui perwali, Pemkot kini memiliki landasan hukum guna ntuk menjamin keberlanjutan, akuntabilitas dan keterpaduan dalam mengelola distribusi pangan.

Selain itu, Pemkot juga mendorong sinergi kontraktual antar pelaku usaha pangan lintas daerah.

Melalui kerja sama antara kelompok tani di daerah produsen dengan distributor lokal dan BUMD.

Yakni dalam bentuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna komoditas strategis seperti beras, bawang merah, cabai, daging ayam ras dan telur.

Pemkot sendiri telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kelompok tani dari daerah produsen dengan Warung Peduli Inflasi (Waduli) Kota Cirebon.

“Ini menjadi langkah nyata membangun sistem distribusi pangan berbasis Business to Business yang adaptif dan berkeadilan,” jelas Sumanto.

Ia juga berpesan supaya sinergitas DKPPP, Bagian Perekonomian, PD Pasar dan dukungan data dari BPS dan BI harus berjalan optimal.

“Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” tutur Sumanto.

Sementara itu, Kepala DKPPP Elmi Masruroh menjelaskan Gapura Pangan memiliki filosofi menggambarkan gerbang kolaborasi antarwilayah.

“Untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Elmi menjelaskan Gapura Pangan merupakan strategi terobosan guna mengurangi ketergantungan Kota Cirebon terhadap pasokan pangan dari luar.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan.

Sementara pelaku usaha dan koperasi menjadi motor penggerak dalam memperkuat rantai distribusi.

Melalui Gapura Pangan, distribusi pangan dari produsen ke konsumen akan menjadi lebih dekat dan efisien.

“Kolaborasi ini akan menjembatani petani produsen dengan masyarakat perkotaan melalui jaringan Waduli dan Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.

Elmi berharap koperasi-koperasi kelurahan dapat berperan sebagai distributor utama berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau.

“Mari kita jadikan Gapura Pangan sebagai gerbang menuju kemandirian pangan perkotaan,” ajaknya. ***

Share This Article