BI Sebut Capaian Inflasi Kota Cirebon dan Majalengka Cukup Baik

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDPemkot Cirebon mencatat capaian inflasi stabil sepanjang 2025 dengan berada pada level 0,32% (mtm) Oktober 2025 dan 2,27% (ytd) serta masih dalam rentang target nasional 2,5% ± 1%.

Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pengendalian harga menjelang akhir tahun.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan hal ini tak terlepas dari penguatan koordinasi.

“Dan program pengendalian harga yang berkelanjutan,” ungkapnya saat High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID Ciayumajakuning di Bandung, Rabu (19/11).

Menurut Siti, capaian inflasi Kota Cirebon menunjukkan langkah-langkah pengendalian yang di jalankan berada di jalur yang tepat.

“Pemkot, TPID dan semua pemangku kepentingan terus bekerja sama menjaga pasokan dan keterjangkauan harga,” ujarnya.

TPID Kota Cirebon telah menyusun Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 yang kini memasuki tahap finalisasi.

Pemkot juga terus memperkuat sinergi, termasuk melalui sembilan langkah pengendalian inflasi dan kolaborasi lintas wilayah.

Sejumlah program yang telah dij alankan meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Mall UKM Klemprakan.

Pasar Murah Keliling, serta penyaluran OPADI Jabar dan bantuan pangan dari pusat.

Pemkot Cirebon juga melakukan sidak rutin di pasar tradisional dan ritel modern guna memantau harga serta ketersediaan stok.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan 34.729 kg Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan mendorong urban farming.

Termasuk pemanfaatan lahan abadi guna penanaman cabai dan gerakan menanam oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

Upaya penguatan ketahanan pangan juga diwujudkan melalui Program Gapura Pangan.

 

Kerja sama ini di perkuat oleh landasan hukum melalui Perwali No. 26/2025.

Sekaligus membuka ruang untuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan produsen dari berbagai wilayah.

TPID Kota Cirebon juga berkomitmen memperkuat pelaporan dan evaluasi program.

Pemkot juga akan memperkuat peran BUMD pangan dan memastikan strategi pengendalian harga berjalan efektif hingga akhir tahun.

Kepala BI Cirebon Jajang Hermawan mengapresiasi konsistensi TPID Ciayumajakuning dalam menjaga stabilitas inflasi di 2025.

Ia menilai koordinasi menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola tekanan inflasi di tengah dinamika pasokan dan cuaca yang tak menentu.

“Capaian inflasi di Cirebon dan Majalengka menunjukkan kinerja yang cukup baik,” ujar Jajang.

Inflasi Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka pada Oktober 2025 masing-masing berada pada 0,32% dan 0,34% (mtm).

Dengan inflasi tahunan 2,90% dan 2,99% (yoy).

Kedua daerah ini masih berada dalam rentang target nasional dan mencerminkan pengendalian harga yang efektif.

Hingga Oktober 2025, telah terlaksana lebih dari 230 kegiatan pengendalian harga seperti GPM, operasi pasar, bazar murah, dan SPHP.

BI juga mendorong percepatan Kajian Neraca Pangan se-Ciayumajakuning guna memperkuat pemetaan rantai pasok dan implementasi KAD.

Menjelang periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), Jajang menekankan pentingnya kesiapan pasokan dan mitigasi dini.

“Dengan sinergi yang sudah terbangun, saya yakin TPID Ciayumajakuning mampu menjawab tantangan pengendalian inflasi,” tutupnya. ***

Share This Article