Tahun 2026, Pembangunan Jalan di Indramayu Tetap Jadi Prioritas

2 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Plt Kepala DPUPR Indramayu Asep Abdul Mukti menegaskan pihakanya berkomitmen meningkatan kualitas jalan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat dialog interaktif di program Dialog Jabar TVRI Jabar secara virtual, Selasa (09/12).

‎Asep menjelaskan perkembangan pembangunan termasuk pembagian kewenangan antara pusat, provinsi dan kabupaten.

Kabupaten Indramayu sendiri memiliki jalan nasional sepanjang 105 km dan jalan provinsi sepanjang 157 km.

Sementara panjang jalan kabupaten 827 km yang tersebar di 299 ruas di 31 kecamatan.

‎“Pemeliharaan rutin dan pembangunan baru terus kami lakukan agar mobilitas masyarakat semakin lancar,” jelasnya.

‎Saat ini tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai 88,12 persen.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab menyelesaikan pemeliharaan rutin 130 km, rekonstruksi 86 km dan rehabilitasi 61 km.

Upaya ini di perkuat pendanaan APBD dan dukungan APBN melalui Program Inpres Jalan Daerah guna ruas Lohbener-Jatibarang sepanjang 7 km.

‎Asep menegaskan, pekerjaan infrastruktur di kebut hingga akhir 2025 untuk mengejar target tahun 2026.

Menurutnya volume kendaraan besar mempercepat kerusakan jalan.

“Karena itu, kami melakukan berbagai inovasi agar konstruksi jalan lebih tahan terhadap beban dan kondisi cuaca,” jelasnya.

Meski anggaran daerah 2026 mengalami efesiensi namun pembangunan jalan tetap menjadi prioritas.

Sejumlah pekerjaan strategis di targetkan rampung pada pertengahan Desember dengan proyeksi peningkatan kemantapan menjadi 88,30 persen.

Dukungan pihak lain seperti Pertamina dalam peningkatan 2,4 km ruas jalan turut memperkuat percepatan pembangunan.

‎Selain APBD, Pemkab Indramayu terus mendorong dukungan dari provinsi dan pusat.

Pada 2025, Indramayu kembali mendapat bantuan penanganan 4,5 km jalan kabupaten dari Pemprov Jabar.

Asep pun lalu menambahkan pihaknya membutuhkan partisipasi warga.

Ia meminta jika ada kerusakan jalan, mohon segera untuk di laporkan melalui kanal resmi pemerintah.

“Sinergi pemerintah pusat, provinsi, daerah, swasta dan masyarakat adalah kunci agar kondisi jalan Indramayu terus membaik,” tutup Asep. ***

Share This Article