Kota Cirebon Tuan Rumah Pekan Kebudayaan Daerah Jabar 2025

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDPemprov Jabar menunjuk Kota Cirebon sebagai tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tahun 2025, sebuah momentum yang dapat menjadi fondasi lahirnya peradaban baru menuju Jabar yang lebih unggul.

Ajang ini menjadi ruang perjumpaan berbagai aliran budaya Nusantara di kota yang sejak lama di kenal sebagai simpul pertukaran gagasan, tradisi dan jejaring sosial.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati hadir langsung dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Disparbud Jabar yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokasi penyelenggaraan PKD.

Tema ‘Caruban Nagri Pangripta Budaya Mapag Pajajaran Anyar’ di nilai sebagai penegasan identitas Cirebon sebagai pusat interaksi budaya yang terus bertransformasi.

Siti menegaskan PKD harus di pahami sebagai ruang kerja bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Hadirnya pertunjukan budaya dan pameran dari 27 kabupaten/kota menjadi bukti kuat jika Jaba memiliki keragaman yang patut di rawat dan di rayakan.

“PKD merupakan ikhtiar nyata melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Jabar,” ujarnya di Alun-alun Kasepuhan, Jumat (12/12).

Guna menguatkan komitmen terhadap pemajuan budaya, Pemkot Cirebon dalam beberapa tahun terakhir konsisten menggelar PKD baik secara luring maupun daring.

Upaya tersebut di lengkapi dengan langkah-langkah pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Hingga kini, sebanyak 21 karya budaya dari Cirebon telah dit etapkan di tingkat provinsi maupun nasional.

Siti berharap ajang im mampu menjadi panggung promosi pariwisata yang memperkuat posisi Cirebon sebagai destinasi budaya dan sejarah di Jabar.

“Semoga PKD tahun ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus mencintai khazanah budaya bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Kadisparbud Jabar lendra Sofyan menilai Kota Cirebon menjadi titik temu bagi berbagai ekspresi budaya dari seluruh wilayah Jabar.

“PKD ini menyatukan kita dalam semangat yang sama: menjaga kebudayaan sebagai akar yang memperkuat masa depan,” ujar Indra.

Kehadiran puluhan kelompok seni dari 27 kabupaten/kota membuka kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal budaya satu sama lain.

Interaksi inilah, menurutnya, yang menjadikan PKD proses belajar dan berbagi pengalaman antardaerah.

Indra berharap rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya.

“Kami optimistis PKD 2025 dapat berkontribusi pada kemajuan kebudayaan Jabar,” tutupnya. ***

Share This Article