CIAYUMAJAKUNING.ID – Wali Kota Cirebon Effendi Edo menghadiri puncak Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat (PKD Jabar) tahun 2025 yang di gelar di Alun-alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (13/12).
Menurutnya vitalitas kebudayaan melekat sebagai tanggung jawab bersama untuk terus di jaga dan di wariskan.
“Kebudayaan bukan sekadar jejak masa lalu, melainkan denyut hidup yang membentuk identitas, karakter, dan arah pembangunan daerah,” ucap Edo.
Alun-alun Sangkala Buana. sambungnya, menjadi ruang perjumpaan sejarah, akulturasi, tempat berbagai nilai dan tradisi bertemu serta hidup berdampingan.
“Kawasan ini menjadi juga fondasi kuat tumbuhnya kebudayaan Cirebon yang terbuka dan inklusif,” ujar Edo.
Pemkot Cirebon terus mendorong supaya berbagai agenda kebudayaan dapat di gelar di Kota Cirebon dengan berkoordinasi ke Kementerian Kebudayaan.
Termasuk dalam penyelenggaraan Festival Seni Media yang di gelar di Kompleks Gedung Pelabuhan PT Pelindo.

Festival tersebut berlangsung selama enam hari dan berhasil menarik lebih dari 29 ribu pengunjung beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pelestarian budaya menuntut jaminan supaya setiap tradisi, karya seni dan kearifan lokal dapat di wariskan secara utuh.
Serta relevan dengan perkembangan zaman dan memberikan kesejahteraan bagi para pelaku budaya.
“Hal ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, akademisi dan komunitas budaya,” jelas Edo.
Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan PKD menjadi ruang ekspresi bagi para seniman dan budayawan untuk menampilkan karya terbaiknya.
Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda supaya kian mencintai dan melestarikan budaya daerahnya.
“Kita ingin menegaskan budaya lokal mampu tumbuh dan berkembang seiring perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya. ***


