CIAYUMAJAKUNING.ID – Wali Kota Cirebon Effendi Edo meresmikan empat gedung puskesmas yakni Puskesmas Gunungsari, Kalijaga Permai, Pekalangan dan Perumnas Utara guna memperkuat infrastruktur kesehatan masyarakat, Rabu (31/12).
Ia menilai kesehatan merupakan prasyarat utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kota Cirebon.
Tanpa jaminan kesehatan yang baik, mustahil produktivitas masyarakat dapat tercapai secara maksimal.
“Kualitas fasilitas kesehatan menjadi ujung tombak pelayanan publik bagi masyarakat luas,” ucap Edo.
Pembangunan gedung baru ini menjadi bukti dalam merespons aspirasi warga yang membutuhkan fasilitas kesehatan layak dan modern.
Ia mengingatkan supaya kemegahan bangunan ini harus di imbangi dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik.
Edo tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan warga mengenai prosedur yang berbelit atau kurangnya empati dalam melayani warga.
“Gedung yang baru harus di ikuti dengan standar operasional yang lebih cepat, ramah dan profesional,” sambungnya.

Edo menambahkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga menjadi langkah strategis guna memastikan layanan laboratorium pemerintah dapat di akses secara merata.
Sinergi ini di harapkan menjadi perwujudan nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif.
“Saya berharap masyarakat benar-benar merasakan kemudahan akses dalam setiap layanan kesehatan yang di butuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kadinkes Kota Cirebon Siti Maria Listiyawati menyampaikan pembenahan infrastruktur kesehatan ini merupakan bagian dari peta jalan strategis.
“Guna memenuhi standar layanan medis modern bagi warga kota,” ujarnya.
Kadinkes menekankan peningkatan fisik bangunan ini di dasarkan pada kebutuhan mendesak akan ruang pelayanan yang lebih representatif.
“Pembangunan dan renovasi ini kami pastikan telah memenuhi standar medis nasional, mulai dari sirkulasi udara hingga penataan ruang tunggu,” ungkapnya.
Selain itu, Kadinkes juga melaporkan pelaksanaan kesepakatan bersama (MoU) antara Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan BPJS Kesehatan.
“Langkah ini guna memperluas jangkauan layanan laboratorium agar lebih terintegrasi dengan sistem jaminan kesehatan nasional,” tuturnya. ***


