CIAYUMAJAKUNING.ID – BPBD Indramayu mencatat dari 45 titik tanggul, 23 titik yang tersebar di sejumlah wilayah dalam kondisi rawan yakni Kecamatan Tukdana 7 titik, Jatibarang 5 titik, Losarang 2 titik, Sukagumiwang 2 titik dan Cikedung sebanyak 2 titik.
Selain itu, masing-masing satu titik terpantau di Kecamatan Terisi, Lohbener, Sindang dan Lelea.
Tanggul-tanggul tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, Cipanas dan Cibuaya.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Indramayu Warhadi menegaskan kondisi ini memerlukan perhatian serius mengingat risiko banjir yang masih tinggi.
“Yang paling mendominasi berada di DAS Cimanuk,” ujarnya, Senin (19/01).
Meningkatnya intensitas hujan belakangan ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat terutama yang bermukim di bantaran sungai.
Kondisi ini memicu potensi luapan air dari wilayah hulu yang berdampak ke daerah hilir.
Wahardi menambahkan pendangkalan dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) memperparah risiko banjir di Indramayu.
BBWS Cimancis sendiri telah melakukan perbaikan bertahap sejak 2022 hingga 2025.
“Pemantauan terus di lakukan agar BPBD bisa segera bergerak saat kondisi darurat,” tuturnya.

BPBD pun mengimbau warga di sekitar DAS untuk meningkatkan kewaspadaan dan aktif melaporkan jika menemukan adanya kerusakan tanggul.
Terlebih debit air sering kali meningkat drastis akibat kiriman dari wilayah hulu.
Wahardi menyampaikan jika Sungai Cimanuk memiliki ambang batas debit sekitar 600 meter kubik per detik.
Jika melampaui itu, potensi banjir sangat besar, apalagi Indramayu sering menerima banjir kiriman dari Majalengka dan Sumedang.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi di sertai angin kencang mengguyur Indramayu Sabtu (17/01) malam hingga Minggu (18/01) pagi.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta banjir di beberapa wilayah.
BPBD mencatat banjir terjadi di wilayah terowongan kereta api Jatibarang dengan ketinggian air sekira 30-60 cm dan merendam 60 unit rumah.
Kabid Kedaruratan BPBD Indramayu Agus menjelaskan penanganan cuaca ekstrem di Indramayu pada dasarnya di lakukan atas dasar laporan warga.
“Dan segera di tindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian serta melakukan pemetaan dampak dan kebutuhan masyarakat di lokasi,” terangnya, Minggu, (18/01).
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem sepekan ke depan. ***


