CIAYUMAJAKUNING.ID – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan kadang di sertai angin kencang melanda Kabupaten Majalengka tanpa henti sejak Kamis sore hingga Minggu dini hari, (22-25/01) yang memicu terjadinya banjir dan tanah longsor.
Kepala BPBD Majalengka Agus Tamim mengatakan kondisi ini berimbas di 39 titik yang tersebar di 35 desa dan kelurahan di 13 kecamatan.
“Dampak bencana meliputi pohon tumbang, rumah warga rusak ringan hingga sedang serta tanah longsor,” terang Agus, Sabtu (24/01).
Ratusan hekatare sawah juga turut terendam dan sejumlah pohon tumbang menghalangi badan jalan.
Kepala DKPPP Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan total areal sawah yang terendam hingga Minggu pagi mencapai 651 hektare dengan ketinggian 50 cm.
Banjir juga menggenangi sawah di Kertajati, Jatitujuh dan Ligung yang berasal dari luapan air sungai.
“Kami memprediksi kondisi tanaman padi masih aman. Genangan dua hari di perkirakan tidak akan sampai terjadi pembusukan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, klep pintu air Sungai Cimanuk juga mengalami kerusakan sehingga tanggul jebol dan banjir di Desa Putridalam, Kecamatan Jatitujuh.
Ratusan warga dari Desa Wanasalam, Kecamatan Ligung terpaksa mengungsi karena rendaman air yang cukup tinggi hingga mencapai 30-50 cm.
“Mereka mengungsi di masjid setempat yang posisinya lebih tinggi dari pemukiman mereka,” ungkapnya.

Beberapa lokasi terdampak juga terjadi di Kecamatan Maja, Cingambul, Argapura, Sukahaji, Malausma dan Bantarujeg.
Aktivitas warga sempat terganggu akibat kerusakan rumah serta tertutupnya akses jalan oleh material longsoran.
“Dari data sementara, tidak ada korban jiwa. Tim kami masih terus melakukan pendataan dan penanganan,” katanya.
Bersama TNI, Polri, Satpol PP, pemcam dan perangkat desa, BPBD Majalengka telah melakukan asesmen, termasuk penanganan darurat dan pembersihan material.
BPBD juga berkoordinasi dengan BBWS Cimancis guna memantau TMA Bendung Rentang yang sempat mencapai 815 meter kubik per detik.
Di imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi beberapa hari ke depan.
Untuk longsor dan pergerakan tanah ada 31 kejadian selama tiga hari di Majalengka Selatan sehingga berdampak pada rusaknya sejumlah rumah.
“Sedangkan banjir 7 kejadian di Utara Majalengka dan Cikijing serta Cingambul sejumlah areal sawah teredam,” ungkap Agus.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengintruksikan kepala dinas, kepala badan dan camat untuk siaga serta segera melaporkan setiap kejadian.
“Segera inventarisir jumlah kejadian bencana dan taksiran kerugian, mudah-mudahan tidak menimbulkan korban jiwa,” harapnya. ***


