UGJ Lepas Enam Mahasiswa FEB Magang ke Jepang

5 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi berwawasan global. Kali ini, UGJ secara resmi melepas enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk mengikuti program magang industri di Jepang, Rabu (29/01/2026). Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen UGJ dalam membuka akses pembelajaran internasional bagi mahasiswanya.

Pelepasan mahasiswa ke Negeri Sakura ini bukanlah yang pertama. UGJ tercatat konsisten mengirimkan mahasiswa dalam berbagai program internasional, mulai dari magang industri, pertukaran mahasiswa, hingga kerja praktik di luar negeri. Konsistensi tersebut memperkuat posisi UGJ sebagai kampus yang berpengalaman dalam memfasilitasi mahasiswa agar memiliki wawasan akademik dan profesional di tingkat global.

Sambutan Rektor UGJ yang disampaikan oleh Wakil Rektor I, Dr. Surya Amami Pramuditya, M.Si., menekankan bahwa enam mahasiswa terpilih merupakan hasil dari proses seleksi ketat. Dari sekian banyak pendaftar, hanya mereka yang dinilai memiliki kesiapan akademik, mental, serta keterampilan yang mampu lolos.

“Terpilihnya enam mahasiswa ini menunjukkan kesiapan mental, keberanian, serta kemampuan akademik yang memadai untuk bersaing di level internasional. Ini sekaligus mencerminkan kualitas pembinaan akademik dan karakter yang diterapkan di UGJ,” ujarnya.

Menurut Dr. Surya, keberangkatan ke Jepang bukanlah perjalanan yang mudah. Mahasiswa akan dihadapkan pada perbedaan budaya, bahasa, serta sistem kerja yang sangat disiplin. Jepang dikenal sebagai negara dengan etos kerja tinggi dan penggunaan bahasa non-Inggris dalam dunia profesional, sehingga menuntut kemampuan adaptasi yang kuat.

“Keberanian mahasiswa untuk mendaftar dan berhasil lolos seleksi menunjukkan mental tangguh dan daya juang yang luar biasa. Ini menjadi indikator bahwa UGJ mampu mencetak mahasiswa yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Surya menegaskan bahwa magang internasional merupakan investasi berharga bagi masa depan mahasiswa. Pengalaman langsung di dunia kerja internasional akan melengkapi pembelajaran teoritis yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.

“Mahasiswa akan menyaksikan langsung budaya kerja, budaya belajar, dan profesionalisme di Jepang, lalu membandingkannya dengan ilmu yang telah dipelajari selama lima hingga tujuh semester,” jelasnya.

UGJ juga mengapresiasi keberanian mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman. Tidak semua mahasiswa memiliki tekad untuk menempuh pengalaman internasional sejauh ini. Keputusan mengikuti magang di Jepang menjadi bukti kesiapan mahasiswa UGJ dalam menguji sekaligus menerapkan kompetensi di lingkungan kerja global.

Pihak universitas berharap, sepulang dari Jepang, mahasiswa tidak hanya membawa pengalaman personal, tetapi juga kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran di UGJ.

“Pengalaman mengenai kedisiplinan, metode kerja, dan profesionalisme di Jepang diharapkan menjadi bahan evaluasi agar UGJ semakin siap bersaing di tingkat global,” ungkap Dr. Surya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I juga mengingatkan bahwa mahasiswa membawa nama besar bangsa Indonesia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Universitas Swadaya Gunung Jati selama berada di Jepang.

“Mahasiswa harus menjaga sikap, etika, dan perilaku. Jadilah duta UGJ yang mencerminkan karakter santun, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

UGJ patut berbangga, sebab berdasarkan umpan balik mitra industri di Jepang, mahasiswa UGJ dikenal memiliki soft skill yang baik, etos kerja tinggi, serta kemampuan teknis yang memadai. Penilaian positif tersebut semakin memperkuat kepercayaan mitra internasional terhadap UGJ.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ, Dr. H. Acep Komara, Drs., SE., M.Si., menyampaikan bahwa program magang internasional ini merupakan bagian dari komitmen FEB UGJ dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Program ini juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek internasionalisasi.

“Kami bangga atas capaian mahasiswa FEB UGJ pada batch sebelumnya yang memperoleh penilaian positif dari mitra industri Jepang. Mereka dinilai mampu beradaptasi dengan baik, memiliki semangat kerja tinggi, serta kemampuan bahasa Jepang yang memadai,” ujarnya.

Dari sisi kerja sama internasional, Wakil Rektor IV UGJ, Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa program magang ke Jepang tidak hanya memberikan pengalaman profesional, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter.

“Nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja khas Jepang diharapkan tertanam kuat dan dibawa pulang oleh mahasiswa. Kejujuran adalah nilai universal yang berlaku di mana pun,” ungkapnya.

Melalui program magang industri ke Jepang ini, Universitas Swadaya Gunung Jati semakin menegaskan jati dirinya sebagai kampus internasional yang aktif membangun jejaring global, berpengalaman dalam kerja sama luar negeri, serta berkomitmen mencetak lulusan berdaya saing dunia dan berkarakter unggul.

Share This Article