Ambruk, Komisi II DPRD Tinjau Gedung Disnaker Kota Cirebon

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Kondisi bangunan Disnaker Kota Cirebon yang memprihatinkan usai ambruk di landa hujan lebat yang di sertai angin kencang akibat cuaca ekstrem menarik perhatian Komisi II DPRD Kota Cirebon, Selasa (27/01).

Ketua Komisi II M Handarujati Kalamullah (Andru) lalu meninjau kondisi bangunan guna mengambil langkah penanganan lanjutan.

Ia mengatakan dari hasil monitoring menunjukkan sejumlah persoalan substansial yang membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.

Dari hasil diskusi bersama dengan Kadisnaker dan Kepala DPUPR di ketahui usia gedung tersebut hampir mencapai 20 tahun atau sekitar tahun 2007.

“Struktur baja ringan yang di gunakan tidak sejalan dengan penggunaan genteng tanah liat sehingga bebannya cukup berat,” jelas Andru.

Ia bersyukur peristiwa ambruknya bangunan tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun, karena bangunan saling terhubung, Komisi II mendorong supaya DPUPR segera melakukan kajian kelayakan gedung secara menyeluruh.

“Kita harus melindungi ASN yang bekerja di sini, menciptakan rasa aman dan nyaman serta menghilangkan kekhawatiran,” ujar Andru.

Ia menilai langkah Pemkot Cirebon mengalihkan sementara aktivitas pelayanan sudah tepat.

Sejumlah opsi lokasi pelayanan alternatif yakni Grage City Mall atau kantor eks DPMPTSP di kawasan Kebumen.

Andru menilai tindak lanjut perbaikan dapat menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) karena kerusakan bangunan berkaitan dengan bencana.

“Disnaker merupakan salah satu etalase Pemkot Cirebon dalam memberikan pelayanan ketenagakerjaan. Maka perbaikannya harus menjadi prioritas,” kata Andru.

Sedikitnya ada enam ruangan terdampak, terdiri dari dua ruang kelas pelatihan ketenagakerjaan, satu ruang kepala bidang, ruang staf dan gudang.

“Pelayanan alhamdulillah tetap berjalan, meskipun enam ruangan mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Komisi II DPRD Cirebon akan merekomendasikan hasil monitoring ini kepada Pemkot Cirebon untuk segera di tindaklanjuti.

DPUPR juga akan melakukan telaahan teknis lanjutan, termasuk perhitungan yang cermat supaya solusi yang di ambil benar-benar menyelesaikan persoalan.

Dalam waktu dekat, Komisi II mendorong pemindahan tugas dan tempat kerja ASN terutama yang berada di bangunan lama.

“Selama ini hanya di perbaiki pada bagian genteng sementara struktur baja ringannya belum pernah. Ini harus di bereskan secara total,” tegas Andru.

Sementara itu, Kadisnaker Kota Cirebon Agus Suherman mengatakan bangunan ambruk terjadi pada Jumat dini hari.

Kemudian akhir pekan seluruh staff melakukan penyelamatan berkas dan aset yang terkena material bangunan.

Meski banyak terjadi kerusakan, namun pelayanan tetap berjalan.

“Seperti hari ini ada sosialisasi UMK yang berlangsung bersama sejumlah perusahaan di Kota Cirebon,” katanya. ***

Share This Article