CIAYUMAJAKUNING.ID – Berdasarkan data realisasi investasi, sepanjang tahun 2025, arus investasi asing dan dalam negeri mengalir signifikan ke Kabupaten Majalengka yang menandakan denyut pergerakan ekonomi Kota Pensiun itu kian kuat.
Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Majalengka tercatat mencapai Rp3,36 triliun.
Angka ini berkontribusi sekitar 1,13 persen terhadap total realisasi investasi Jawa Barat yang mencapai Rp296,82 triliun pada periode yang sama.
Capaian itu di himpun melalui 2.198 Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) selama tahun 2025.
Bupati Majalengka Eman Suherman menilai angka menjadi cerminan kian solidnya iklim usaha dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Majalengka.
“Ini menunjukkan Majalengka kian kompetitif sebagai tujuan investasi, sejalan dengan semangat pembangunan Majalengka Langkung Sae,” ujarnya, Senin (02/02).
Eman menambahkan pihaknya juga memastikan kualitas investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi daerah.
Pemkab Majalengka, jelasnya, mendorong investasi yang mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal serta memperkuat sektor-sektor strategis.
“Pemerintah hadir memberikan kepastian berusaha, kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kondusif,” tegas Eman.
Infrastruktur yang terus berkembang, keberadaan kawasan industri dan BIJB Kertajati di sebut menjadi magnet utama para investor.
Ia berharap derasnya investasi yang masuk juga mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata.
“Investasi ini harus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat dan fondasi kuat bagi pembangunan Majalengka,” ujar Eman.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Majalengka Ucu Sumarna mengatakan realisasi investasi tersebut menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.
“Hal ini menandakan kepercayaan investor baik PMDN maupun PMA masih terjaga,” katanya.
Ke depan, Pemkab Majalengka juga mendorong pemerataan investasi dengan menyasar ke sektor padat karya dan ekonomi lokal. ***


