CIAYUMAJAKUNING.ID – Sebanyak 116 kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Cirebon di lantik oleh Bupati Cirebon Imron Rosyadi di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (06/02).
Kegiatan ini merupakan pelantikan susulan setelah seluruh persyaratan administrasi dan persetujuan dari pemerintah pusat terpenuhi.
Dengan pelantikan tersebut, di pastikan kekosongan jabatan kepsek di Kabupaten Cirebon tuntas.
“Ini pelantikan susulan, karena izinnya baru turun. Sekarang sudah tuntas dan tidak ada lagi kekosongan,” ujarnya.
Imron menambahkan Pemkab Cirebon sengaja mempercepat pelantikan supaya kekosongan jabatan kepsek tak berlangsung lama.
Serta tidak mengganggu proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya pengangkatan kepsek harus melalui mekanisme perizinan dari pemerintah pusat.
Sehingga pelaksanaannya tidak bisa di lakukan secara langsung meski terjadi kekosongan.
Imron juga menekankan pentingnya peran kepsek dan guru dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.
“Anak-anak harus di didik tidak hanya soal pelajaran tetapi juga karakter yang baik seperti disiplin dan tanggung jawab,” katanya.
Imron juga meminta para kepsek dan guru untuk menanamkan budaya bersih termasuk pengelolaan sampah dari lingkungan sekolah.
“Kalau dari SD sudah di biasakan bersih dan mengelola sampah, beban sampah di tingkat kabupaten akan jauh berkurang,” tuturnya.
Pembentukan karakter peserta didik menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak SD saat ini pada 2045 usianya sekitar 25-30 tahun. Kalau sejak sekarang di bentuk cerdas dan berkarakter, maka negara akan maju,” katanya.
Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Cirebon Ronianto mengatakan pelantikan 116 kepsek itu merupakan hasil promosi dari guru.
Ia merinci 116 kepsek yang di lantik terdiri atas tiga kepala TK, 17 kepala SMP dan sisanya kepala SD.
Mereka mulai mengisi kekosongan jabatan per 1 Desember 2025.
Ronianto menambahkan proses pengisian jabatan kepsek harus melalui persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). ***



