spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
More

    Kendalikan Inflasi, Pemprov Gelar Pasamoan Agung di Kuningan

    CIAYUMAJAKUNING.IDPemprov Jabar bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

    Forum ini menjadi penguatan koordinasi menjelang Ramadhan, Idulfitri dan momentum Cap Go Meh 2026.

    Sekaligus menjaga stabilitas harga dan memperluas digitalisasi transaksi daerah yang berlangsung di Taman Kota Kuningan, Kamis (05/02).

    Wagub Jabar Erwan Setiawan memberikan pandangan terkait peningkatan permintaan pangan pada periode hari besar keagamaan.

    Menurutnya hal tersebut harus di antisipasi melalui pemantauan harga berbasis data real-time, operasi pasar dan kerja sama antar daerah.

    Erwan juga meminta daerah memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD guna mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.

    Serta memaksimalkan cadangan pangan pemerintah jika terjadi gejolak pasokan.

    Data BPS menunjukkan Jabar Barat mengalami deflasi bulanan 0,09 persen pada Januari 2026.

    Sementara inflasi tahunan berada di angka 3,24 persen, kondisi yang perlu di jaga melalui langkah proaktif TPID.

    Kepala BI Jabar M Nur melaporkan ekonomi Jabar hingga triwulan III 2025 tumbuh 5,20 persen.

    Dengan inflasi tahunan 2,63 persen termasuk yang terendah di Pulau Jawa.

    Ia menekankan pentingnya penguatan suplai pangan seiring meningkatnya permintaan.

    Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memaparkan di semester I 2025, Kuningan mencatat laju pertumbuhan ekonomi hingga 10,4 persen.

    Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa sebelum terkoreksi menjadi 9,3 persen di akhir tahun.

    Capaian ini berkorelasi dengan penurunan angka kemiskinan hingga sekitar 10,4 persen dan pengangguran 7,5 persen.

    Menurutnya, perbaikan tersebut di dorong program penguatan sektor pertanian melalui skema ‘Kembali Ka Karuhun’.

    Meliputi subsidi pupuk, distribusi benih bersertifikat, pembangunan jalan usaha tani dan irigasi.

    Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemprov dan BI, termasuk kerja sama regional Ciayumajakuning melalui aliansi “Kunci Bersama”.

    Melalui Pasamoan Agung ini, seluruh pihak di harapkan memperkuat kolaborasi supaya stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi dan digitalisasi daerah berjalan beriringan. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories