CIAYUMAJAKUNING.ID – Komisi II DPRD Kota Cirebon meninjau langsung proses perbaikan saluran pipa PDAM Tirta Giri Nata di Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (06/02).
Ketua Komisi II DPRD M Handarujati Kalamullah (Andru) pun meminta PDAM Tirta Giri Nata untuk mengaudit seluruh jaringan pipa tua.
“Identifikasi jaringan pipa yang sudah tua perlu di lakukan agar bisa di antisipasi sebelum terjadi kebocoran atau kerusakan,” ujarnya.
Dari hasil monitoring, Komisi II menemukan adanya kebocoran pipa yang berusia sudah lebih dari 50 tahun.
Pipa tersebut merupakan bantuan dari pemerintah Swiss pada tahun 1978.
Komisi II pun meminta supaya PDAM untuk segera memperbaiki masalah kebocoran pipa dan di targetkan selesai dalam semalam.
“Karena ini menyangkut kebutuhan untuk mengcover kebutuhan air bersih,” ujar Andru.
Ia mengapresiasi langkah cepat jajaran direksi dan petugas PDAM yang cepat tanggap dalam mengatasi masalah kebocoran pipa.
Komisi II juga meminta supaya PDAM untuk tetap memenuhi kebutuhan air bersih hingga tingkat RW.
Dirut PDAM Kota Cirebon Sofyan Satari menjelaskan kebocoran terjadi pada pipa transmisi.
Insiden kebocoran pipa berdiameter 600 mm yang tertanam di bawah badan jalan itu terjadi Rabu (04/02) malam.
Kebocoran pipa menyebabkan semburan air bertekanan tinggi hingga merusak lapisan aspal jalan.
Peristiwa tersebut membentuk rongga besar dengan kedalaman sekitar satu meter.
Setelah menerima laporan, tim teknis PDAM langsung melakukan penelusuran dan menemukan titik kebocoran.
“Proses pengerjaan di perkirakan memakan waktu 1-2 hari bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (05/02).
Guna meminimalisir dampak terhadap pelanggan, PDAM Kota Cirebon menyiagakan layanan bantuan air bersih.
“Kami menurunkan tiga unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak,” pungkas Sofyan. ***



