spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
More

    Tradisi Munggahan Kawunghilir, Gotong Royong Menu, Dimakan Bersama

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Ratusan warga Desa Kawunghilir Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka tumpah ruah di teras rumah kepala desa. Mereka berbondong-bondong hadir sambil membawa aneka menu masakan seperti urab, ikan asin, ikan mujaer, kerupuk, sambal, lalapan, jengkol dan aneka sayuran lainnya.

    Sementara, kepala desanya menyediakan nasi dan menu spesial masakan daging sapi, yang ia masak sendiri.

    Tradisi munggahan ini telah rutin dilaksanakan tiap tahun menjelang Ramadan, sejak kepemimpinan Bunda Hj. Yosa Novita. Warga menyambut baik tradisi munggahan ini. Begitupun dengan perangkat desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawunghilir.

    Tahun ini terasa berbeda. Sebab tahun-tahun sebelumnya, santapan makanan dilakukan secara prasmanan mirip hajatan. Tahun 2026 ini, justru dilakukan secara lesehan. Piringnya menggunakan alas daun pisang. Seperti yang dilakukan ketika ngaliwet.

    “Alhamdulillah tradisi munggahan ini konsisten kita laksanakan setiap tahunnya. Warga juga masak di rumahnya masing-masing, dibawa ke sini, dimakan bareng-bareng, ” ujar Bunda Yosa, Selasa, 17 Februari 2026.

    Bunda Yosa menambahkan, Desa Kawunghilir merupakan Kampung Pancasila, ralisasi dari Kampung Pancasila ini salah satunya gotong royong untuk suksesi munggahan sebelum Ramadan ini. Ia mengucapkan terimakasih kepada para warganya, karena telah berpartisipasi dengan menyediakan masakan yang berbeda untuk dimakan secara bersamaan.

    “Terima kasih kepada warga Desa Kawunghilir atas kekompakannya. Saya sendiri masak. Alhamdulillah saya kebagian masak menu daging sapi, ” ungkapnya sambil tersenyum.

    Sebagai tradisi yang memiliki dampak gotong royong, tradisi munggahan di Desa Kawunghilir Kecamatan Cigasong ini diharapkan terus berlanjut. Sejak kepemimpinannya sebagai kepala Desa Kawunghilir, Bunda Yosa tak pernah absen melaksanakan tradisi munggahan menjelang puasa pertama di bulan Ramadan. “Tradisi munggahan ini perlu kita jaga dan lestarikan, ” ucapnya.

    Sementara itu ratusan warga Kawunghilir yang hadir dalam tradisi munggahan ini terlihat lahap makan. Biasanya jika ada makan makanan ngaliwet, jarang ada menu daging sapi. Namun warga desa Kawunghilir saat ini, dapat menikmati makan dengan aneka ragam menu, termasuk menu daging sapi.

    “Pokoknya enak, nikmat. Ada kebersamaan. Kita cuma bawa lauk asin, tapi di sini kita dapat daging sapinya. Dimakan bareng bareng nyatanya lebih nikmat, ” ujar sejumlah warga.

    Acara tradisi munggahan Desa Kawunghilir ini tak hanya dihadiri oleh kalangan bapak-bapak saja. Namun juga ibu-ibu, remaja dan anak-anak. Termasuk unsur aparat penegak hukum, juga dari pegawai Kecamatan Cigasong. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories