spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
More

    Penataan Kabel Semrawut Dimulai, Wali Kota Cirebon Targetkan 1 Km per Hari

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Wali Kota Cirebon Effendi Edo turun langsung meninjau penataan kabel telekomunikasi di sejumlah ruas jalan, Kamis (19/2/2026). Langkah ini menjadi bagian awal dari upaya merapikan wajah Kota Cirebon sekaligus meningkatkan keselamatan dan estetika tata ruang kota.

    Didampingi jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon serta perangkat daerah terkait dan perwakilan operator, Wali Kota menegaskan bahwa penataan kabel akan dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan ke depan.

    “Karena hari ini bertepatan dengan awal puasa, ini juga menjadi awal perapihan kabel di Kota Cirebon. Insyaallah, mulai hari ini dan beberapa bulan ke depan, kita targetkan kurang lebih satu kilometer per hari saat pelaksanaan,” ujar Effendi Edo.

    Pada tahap awal, terdapat sembilan ruas jalan prioritas yang akan dirapikan. Total panjang kabel yang akan ditata diperkirakan mencapai sekitar 15 kilometer di wilayah Kota Cirebon.

    Penataan dilakukan satu kali dalam sepekan, dengan capaian 1 hingga 1,5 kilometer per hari kerja, dimulai sejak pagi hingga siang. Fokus utama saat ini adalah merapikan kabel-kabel yang semrawut di atas permukaan jalan.

    Setelah perapihan tahap awal selesai, Pemerintah Kota Cirebon akan menyiapkan infrastruktur ducting atau jalur kabel bawah tanah.

    “Pemotongan kabel dilakukan manakala infrastruktur pemindahan ke bawah tanah sudah siap. Jadi kita rapikan dulu, siapkan ducting, baru kabel yang di atas dipotong dan dipindahkan,” jelasnya.

    Sebelum memulai program ini, Pemkot Cirebon telah melakukan kajian dan studi banding ke Kota Bandung dan Kota Bogor yang lebih dulu menerapkan penataan serupa.

    Menurut Wali Kota, hasil kunjungan tersebut menunjukkan tidak ada keluhan berarti terkait gangguan jaringan internet warga.

    “Alhamdulillah, tidak ada keluhan gangguan internet di rumah-rumah warga. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

    Saat ini, tercatat sekitar 18 operator telekomunikasi beroperasi di Kota Cirebon. Penataan dilakukan secara terkoordinasi agar tidak mengganggu layanan masyarakat.

    “Ke depan di Kota Cirebon tidak ada lagi kabel-kabel yang semrawut seperti sekarang,” tambahnya.

    Ketua Korwil Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota untuk penataan jangka pendek.

    “Hari ini kita mulai penataan kurang lebih satu kilometer dalam satu hari. Ke depan, setiap hari Kamis kita efektifkan penataan, dan ini menjadi kewajiban seluruh operator,” jelas Yudiana.

    Terkait relokasi kabel ke bawah tanah, ia memastikan proses akan dilakukan bertahap melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama. Ducting akan dibangun lebih dulu sebelum kabel lama dipotong dan diganti dengan kabel baru.

    “Kabel existing sudah tidak bisa dipakai. Setelah sistem bawah tanah terbangun, baru kabel di atas dipotong,” terangnya.

    Yudiana juga menegaskan seluruh pembiayaan relokasi ditanggung operator tanpa menggunakan APBD.

    “Ini tanpa APBD. Semua menjadi kewajiban operator demi estetika dan keamanan kota,” tegasnya.

    Ia menambahkan, kabel fiber optik yang selama ini menjuntai di sejumlah titik tidak mengandung aliran listrik, sehingga relatif aman.

    “Kalau kabel fiber optik tidak ada setrumnya, berbeda dengan kabel listrik. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

    Dengan dimulainya penataan kabel ini, Pemkot Cirebon menargetkan wajah kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi warga maupun pengunjung.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories