CIAYUMAJAKUNING.ID – Kepala DPMD Indramayu Kadmidi meresmikan Pendopo ‘Kampung Adat Ngarot’ yang berlokasi di Blok Sawah Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Selasa (10/02).
Ia mengatakan pembangunan Pendopo merupakan bentuk komitmen pemda dalam mendorong pelestarian budaya berbasis desa.
Menurut Kadmidi, desa memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
“Pendopo ini di harapkan menjadi ruang hidup budaya yang terus di gunakan, di rawat dan di kembangkan bersama,” ujarnya.
Pelestarian budaya lokal terus menjadi perhatian Pemkab Indramayu sebagai bagian dari upaya penguatan identitas daerah dan kearifan lokal.
Camat Lelea Atang Suwandi menekankan pentingnya pendopo sebagai ruang publik yang inklusif.
”Dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya serta mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Lelea Raidi mengatakan tujuan pembangunan Pendopo sebagai pelestarian budaya.
”Serta mengoptimalkan sebagai pusat kegiatan sosial dan edukasi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Pendopo Kampung Adat Ngarot merupakan pusat kegiatan sakral dalam pelaksanaan tradisi Ngarot.
Ngarot merupakan upacara adat warisan leluhur yang telah berlangsung sejak tahun 1686.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan hasil panen padi yang melimpah.
Pendopo tersebut berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Gadis Ngarot (Cuene) dan Bujang sebelum arak-arakan adat.
Kampung Adat Ngarot di kenal sebagai salah satu warisan budaya Sunda dan telah di akui sebagai warisan budaya takbenda.
Di harapkan pendopo ini juga menjadi daya tarik wisata dan mendukung pengembangan ekonomi setempat. ***



