CIAYUMAJKUNING.ID – Parkir liar di depan kawasan CSB Mall mendapat perhatian khusus dari Komisi I DPRD Kota Cirebon dengan menggelar raker, Senin (09/02).
Raker tersebut melibatkan Dishub, Satpol PP dan jajaran pimpinan perusahaan CSB.
Dari hasil rapat, Komisi I mengeluarkan tiga rekomendasi sebagai upaya mengatasi parkir liar.
Pasalnya parkir liar tersebut menggunakan trotoar dan badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan di Jl Cipto.
Ketua Komisi I DPRD Agung Supirno merinci tiga rekomendasi tersebut.
Pertama, meminta pihak CSB Mall untuk menggunakan dua layanan sistem tunai dan non-tunai.
Hal itu di lakukan guna memudahkan pengunjung roda dua supaya parkir di area parkir CSB Mall.
Sekaligus untuk menghindari potensi konflik antara petugas penertiban dan pengguna jasa parkir.
Karena parkir sembarangan, kendaraan pengunjung di tertibkan petugas Dishub dan Satpol PP. Ini yang memicu konflik,” katanya di Griya Sawala.
Menurut Agung tidak semua pengendara roda dua memiliki e-money untuk parkir.
“Sehingga pengunjung memilih untuk parkir di trotoar depan mall,” ungkapnya.
Kedua, Komisi I berharap pihak CSB memanfaatkan program CSR dengan memagari trotoar di depan area mal.
Langkah ini guna mencegah kendaraan parkir di trotoar yang mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas.
Rekomendasi ketiga berkaitan dengan teknis pintu masuk parkir.
Komisi I meminta gate parkir di mundurkan ke area dalam mal supaya antrean kendaraan tidak mengular sehingga memicu kemacetan.
Komisi I DPRD memberikan tenggat waktu 2 minggu kepada manajemen guna menyampaikan tiga rekomendasi itu ke pusat.
Pihaknya pun bakal menggelar rapat lanjutan guna mengetahui respons dari pihak pengelola pusat CSB.
“Kami harap pihak CSB melaksanakan rekomendasi demi kebaikan bersama,” ujar Agung.
Manager CSB Mall Dian Rusdiana mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti rekomendasi DPRD.
Sementara itu, Kadishub Kota Cirebon Andi Armawan menilai pemagaran trotoar merupakan langkah efektif guna menekan parkir liar.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi penegakan aturan.
“Kalau aturan sudah di tegakkan, tidak boleh ada pilihan lain,” tegas Andi.
Ia menambahkan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut meningkat saat Ramadan, Lebaran dan akhir pekan.
“Langkah antisipasi perlu di lakukan sejak dini termasuk penambahan kantong parkir,” kata Andi. ***



