spot_img
Rabu, April 22, 2026
More

    Sektor Keuangan Ciayumajakuning Stabil, OJK Ungkap Pertumbuhan BPR dan Bank Syariah

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning sepanjang 2025 tetap terjaga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat kinerja perbankan di wilayah tersebut menunjukkan pertumbuhan positif, dengan total penyaluran kredit bank umum mencapai Rp48,15 triliun.

    Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, kinerja 18 BPR di Ciayumajakuning hingga Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp2,01 triliun, naik 0,35 persen secara tahunan (year on year/yoy) meski secara bulanan mengalami kontraksi tipis 0,55 persen.

    Pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan 1,53 persen yoy dan 0,37 persen secara bulanan.

    “Penyaluran kredit BPR di Ciayumajakuning masih didominasi sektor konsumsi dengan nilai mencapai Rp1,01 triliun,” katanya, Selasa (10/3/2026).

    Dari sisi aset, BPR di wilayah ini mencatat pertumbuhan 5,54 persen yoy menjadi Rp2,87 triliun. Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,51 persen yoy menjadi Rp2,28 triliun.

    Kinerja profitabilitas juga membaik. Rasio Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 3,33 persen, sementara rasio efisiensi BOPO menurun secara tahunan menjadi 81,92 persen, menandakan efisiensi operasional BPR semakin baik.

    “Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR masih terjaga di level 20,09 persen, meskipun mengalami penurunan secara tahunan,” ujar Agus.

    Ia menyebutkan, kinerja kantor cabang bank umum di wilayah pengawasan OJK Cirebon juga menunjukkan pertumbuhan pada 2025. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp48,15 triliun, meningkat 1,27 persen yoy.

    Sementara total aset tercatat Rp59,31 triliun, naik 1,88 persen, dan penghimpunan DPK mencapai Rp40,38 triliun atau tumbuh 7,26 persen. Rasio kredit bermasalah bank umum tetap terkendali dengan NPL sebesar 4,38 persen.

    “Kredit konsumsi masih menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp23,33 triliun. Namun dari sisi pertumbuhan, kredit investasi menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 12,38 persen yoy,” ujarnya.

    Sementara itu, kinerja bank umum syariah di wilayah OJK Cirebon mencatat pertumbuhan signifikan pada 2025. Total pembiayaan meningkat 72,02 persen yoy menjadi Rp7,44 triliun.

    Aset tercatat Rp8,42 triliun, sedangkan DPK mencapai Rp5,59 triliun atau naik 22,31 persen. Kualitas pembiayaan juga terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,44 persen.

    “Pembiayaan konsumsi masih mendominasi dengan nilai Rp5,82 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi pada pembiayaan investasi dan modal kerja yang meningkat hingga 87,55 persen yoy,” ujarnya.

     

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories