spot_img
Sabtu, April 11, 2026
More

    Upaya Pemkab Kuningan Kembangkan 2.500 Hektare Jagung

    CIAYUMAJAKUNING.IDPemkab Kuningan memperkuat sektor pertanian dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama operasional penyediaan dan pengelolaan pangan, Selasa (31/03).

    Penandatanganan di lakukan dengan PT Rumah Tani Nusantara dengan Kelompok Tani Mekarsari di Desa Karangsari, Kecamatan Darma.

    Kegiatan di hadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Silvi Sumanti.

    Serta Dirut Rumah Tani Nusantara Bahtiar, Kadistan Kuningan Wahyu Hidayah, Camat Darma dan Kades Karangsari.

    Bahtiar menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah awal dari program pengembangan jagung seluas 2.500 hektare di Kuningan.

    Saat ini, realisasi tanam telah mencapai 435 hektare dan akan bertambah 50 hektare.

    Ia menjelaskan komoditas jagung berperan strategis sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol.

    Selain itu, kemitraan yang di bangun memberikan kemudahan bagi petani.

    Mulai dari akses permodalan, penyediaan benih, pupuk hingga jaminan pembelian hasil panen (offtaker) dengan sistem pembayaran langsung.

    “Petani tak perlu lagi memikirkan proses pascapanen. Kami yang akan menanganinya sehingga cash flow petani tetap terjaga,” jelas Bahtiar.

    Sementara itu, Bupati Kuningan menegaskan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

    “Ini bagian dari upaya besar membangun sistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

    Pangan, sambung Bupati, bukan hanya komoditas tapi menyangkut kemandirian, stabilitas dan masa depan.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

    Bupati juga mendorong perubahan pola pikir petani supaya lebih modern dan profesional.

    Serta memperkuat kelembagaan kelompok tani agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

    “Kita harus membangun pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga nilai tambah,” terangnya.

    Dengan pengolahan yang baik, sambung Bupati, hasil pertanian akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

    Ia mengapresiasi peran Rumah Tani Nusantara yang di nilai mampu menjembatani petani dengan pasar sekaligus memperkuat ekosistem pertanian.

    Asisten Deputi Silvi Sumanti menyoroti pentingnya regenerasi petani, mengingat jumlah petani di Indonesia terus menurun tiap tahun.

    Menurutnya, kepastian pasar dan jaminan harga menjadi faktor penting guna menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories