CIAYUMAJAKUNING.ID – Kabupaten Indramayu berupaya memperkuat kemandirian fiskal melalui transformasi digital layanan pajak dengan menggelar kegiatan di Hotel Swiss-Belinn Indramayu, Rabu (08/04).
Kegiatan itu bertema ‘Transformasi Digital Layanan PBB-P2 dan Tabungan Samsat dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah’.
Perwakiolan dari pemkab, pemprov hingga perbankan turut hadir menjadi ruang kolaborasi memperkuat sistem pelayanan pajak berbasis digital.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting dalam meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Menurutnya, sistem yang terintegrasi dan transparan akan mendorong optimalisasi penerimaan daerah secara lebih akuntabel.
“Dengan adanya digitalisasi, tingkat kebocoran dapat di minimalkan sehingga harus kita optimalkan bersama,” ujar Lucky.
Ia juga meminta para kades untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Selain itu, Lucky mengingatkan pentingnya menjaga transparansi dalam proses pembayaran pajak.
Sementara itu, Kepala Bapenda Indramayu Amrullah mengatakan transformasi digital jadi langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan.
“Sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sambungnya.
Amrullah menambahkan sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD, terutama dari PBB-P2 dan kendaraan bermotor.
Dalam lima tahun terakhir, penerimaan PBB-P2 mengalami peningkatan signifikan hingga 160 persen atau hampir Rp60 miliar.
“Pada tahun 2025, penerimaan PBB-P2 mencapai Rp 97,2 miliar atau naik sebesar 12,83 persen di bandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Pada tahun 2026 telah di distribusikan sebanyak 681.537 SPPT kepada masyarakat.
Berbagai inovasi juga terus di lakukan mulai dari pemutakhiran data hingga penerapan sistem digital guna mempermudah akses layanan.
Kabid Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Bapenda Jabar Dwi Agus Sulistyo menekankan pentingnya adaptasi daerah dalam menghadapi tekanan fiskal.
Ia menyebutkan optimalisasi PAD menjadi kunci di tengah berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Menurut Dwi, digitalisasi layanan menjadi keniscayaan dalam meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan publik.
Pemprov Jabar pun telah menghadirkan berbagai inovasi layanan Samsat digital seperti SAMBARA, e-Samsat dan SIGNAL.
Sementara itu, Pimpinan Bank BJB Indramayu Sigit Lesmana berkomitmen pihaknya dalam mendukung program pemda.
Termasuk melalui kontribusi terhadap PAD dari sisi deviden serta penyediaan layanan keuangan yang terintegrasi.
Kegiatan juga di isi dengan diskusi interaktif yang di moderatori Sekretaris Bapenda Indramayu Suyitno serta penyerahan simbolis SPPT dan DHKP.
Selain itu, peserta di perkenalkan dengan simulasi penggunaan barcode pada SPPT yang memungkinkan akses data secara real time. ***



