spot_img
Senin, April 27, 2026
More

    OJK Gelar Edukasi Keuangan Bagi Perempuan di Kota Cirebon

    CIAYUMAJAKUNING.IDOJK Cirebon mengisi kegiatan edukasi keuangan di Bandar Djakarta, Kecamatan Kesambi yang di gelar oleh Majelis Taklim Asy Syifa Kota Cirebon, Kamis (24/04).

    Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan momentum Hari Kartini menjadi ruang memperkuat komitmen perempuan.

    Terutama dalam meningkatkan literasi, inklusi keuangan dan perlindungan konsumen.

    Perempuan juga di tuntut berperan menjadi penggerak kesejahteraan dari lingkup rumah tangga.

    Ia menilai perempuan merupakan salah satu pilar penting menjaga ketahanan finansial keluarga yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi bangsa.

    Karena itu, edukasi kepada komunitas perempuan menjadi langkah strategis yang terus di perluas OJK bersama pemda.

    Terlebih masih banyak masyarakat, khususnya perempuan, yang membutuhkan pemahaman.

    “Tentang perencanaan keuangan, investasi yang aman, serta kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal,” jelas Agus.

    OJK Cirebon sepanjang April menerima ratusan pengaduan dan konsultasi masyarakat, yang di dominasi oleh perempuan.

    Fakta itu menunjukkan perlunya penguatan edukasi sebagai langkah pencegahan terhadap risiko keuangan, termasuk pinjaman bermasalah dan investasi bodong.

    Selain itu, OJK juga terus menyediakan berbagai bahan literasi keuangan dalam format digital yang dapat di akses masyarakat.

    Ia berharap sinergitas dapat di perkuat supaya edukasi keuangan dapat menjangkau lebih luas.

    “Sepanjang ada ruang untuk edukasi di komunitas perempuan, kami sangat terbuka untuk hadir,” ujar Agus.

    Menurutnya pencegahan harus di lakukan melalui pengetahuan karena masyarakat yang paham akan lebih terlindungi.

    Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati juga tampak hadir dalam kegiatan edukasi keuangan.

    Ia mengatakan nilai perjuangan Kartini dapat di wujudkan melalui peningkatan literasi keuangan.

    Siti menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga.

    “Ketika seorang ibu mengatur pendapatan, menabung dan merencanakan investasi, sesungguhnya ia sedang membangun fondasi ekonomi keluarga,” jelasnya.

    Siti menambahkan tantangan masyarakat saat ini upaya menghindari pola konsumtif, jebakan investasi tidak sehat hingga praktik pinjaman yang merugikan.

    “Perempuan yang cakap secara ekonomi akan lebih mampu mengambil keputusan terbaik bagi kualitas hidup keluarganya,” tuturnya. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories