spot_img
Senin, Mei 18, 2026
More

    Bupati Majalengka Studi Banding Pasar Tradisional ke Banyumas

    CIAYUMAJAKUNING.ID Bupati Majalengka Eman Suherman bertekad akan terus melakukan pembenahan pasar tradisional supaya lebih rapih, sehat, tertata dan nyaman bagi konsumen maupun pedagang.

    Hal itu ia sampaikan saat studi banding ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terkait optimalisasi pengelolaan pasar tradisional dan tata kelola sampah modern.

    Eman menilai selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, pasar tradisional juga menjadi wajah daerah yang harus di jaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanannya.

    “Masyarakat ingin datang ke pasar dengan nyaman, pedagang pun bisa berjualan dengan aman dan tertib,” ujarnya, Selasa (12/05).

    Eman mengatakan konsep pengelolaan pasar di Banyumas dapat menjadi inspirasi untuk di terapkan di Kabupaten Majalengka.

    Terutama dalam hal penataan pedagang, pengelolaan sampah, drainase, sanitasi hingga kawasan kuliner terintegrasi.

    Ia berharap pasar-pasar tradisional di Majalengka mampu menghadirkan suasana yang lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas kerakyatan.

    “Pasar rakyat harus tetap menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil, tetapi tata kelolanya harus terus di tingkatkan,” ujar Eman.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan keterlibatan masyarakat supaya lingkungan pasar tetap sehat dan tak menimbulkan persoalan baru.

    “Sampah jangan lagi di pandang sebagai masalah semata, tetapi harus bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkap Eman.

    Masyarakat Majalengka berharap pasar tradisional tidak kumuh, bebas bau, tertib lalu lintas, area parkir memadai dan fasilitas umum yang layak.

    Salah seorang warga asal Kadipaten, Siti Nurhayati, menilai masyarakat sudah lama menginginkan pasar yang lebih bersih dan tertata.

    “Selama ini kadang persoalannya becek, sampah menumpuk dan parkir semrawut,” ujarnya.

    Hal senada di sampaikan Asep Rahmat, warga Jatiwang, yang berharap penataan pasar juga menyasar pada pengelolaan kebersihan dan ketertiban pedagang.

    “Kami berharap ada tempat sampah yang memadai, saluran air bagus dan penataan pedagang lebih tertib,” katanya.

    Sementara itu, pedagang sembako di Pasar Kadipaten, Rohimah menilai kondisi pasar yang bersih dan tertata akan menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

    “Pedagang pasti senang kalau pasar di benahi,” ujarnya.

    Dedi Supriadi, pedagang sayuran, berharap penataan pasar juga menyasar terhadap fasilitas pendukung seperti drainase, penerangan dan pengelolaan sampah.

    “Yang paling penting kebersihan dan sampah jangan menumpuk,” katanya.

    Pedagang kuliner malam, Yayah, berharap pemerintah dapat menghadirkan kawasan kuliner yang tertib dan terintegrasi.

    “Kalau di tata bagus, pedagang kaki lima juga punya tempat yang layak,” tuturnya. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories