spot_img
Jumat, Mei 22, 2026
More

    Jateng Media Summit 2026 Diikuti 100 Pengelola Media Lokal

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah (Jateng) mengikuti perhelatan Jateng Media Summit 2026 di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/05).

    Jateng Media Summit 2026 kali ini mengusung tema ‘Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah’.

    Forum ini menjadi ajang konsolidasi industri pers di tingkat daerah guna merespons cepatnya perubahan lanskap media digital dan tantangan disrupsi teknologi.

    Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan usai sebelumnya di buka dengan Bimbingan Teknis pengelolaan website pemda di hari pertama.

    Ketua Panitia JMS 2026 sekaligus CEO Beritajateng.tv Nur Kholis melaporkan peserta yang hadir mencapai lebih dari 100 orang.

    Mereka berasal dari Semarang, Kudus, Solo, Banyumashingga wilayah Pantura.

    Menariknya, sekitar 30 persen peserta merupakan pengelola ‘homeless media’, entitas media baru yang beroperasi secara lincah di ranah digital.

    Inisiator acara sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk Suwarjono menekankan urgensi pertemuan ini.

    Menurut Pemred Suara.com itu, model bisnis media konvensional telah berubah total dan memerlukan antisipasi segera.

    “Kalau tidak kita antisipasi sekarang, kita perlu ngobrol Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah,” ucap Suwarjono.

    “Kita kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru bisa tenggelam,” tambahnya.

    Suwarjono menggambarkan masa depan media di mana konten akan di sajikan secara otomatis kepada audiens sejak bangun hingga tidur.

    Hal ini menuntut media lokal untuk membuka diri dan beradaptasi dengan cepat.

    Dukungan penuh datang dari Pemprov Jateng, Asda Kesra Iwanuddin Iskandar menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan seluruh media.

    “Kalau ada informasi kepala daerah kabupaten kota tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami,” ujarnya.

    Iwanuddin juga menyoroti tantangan besar dalam menangkal hoaks.

    Terutama yang di produksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti deepfake video dan suara.

    “Penggunaan AI juga perlu ada etika dan memberikan informasi yang sebenarnya dan fakta di lapangan,” terangnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah mengingatkan peran vital media sebagai pilar demokrasi yang harus di jaga bersama.

    Ia menekankan pentingnya narasi yang baik untuk mencegah kemunduran peradaban.

    “Peradaban tanpa narasi yang baik, akan terjadi kemunduran pemahaman, kemunduran ideologi, kemunduran visi, dan akan hilang peradaban tersebut,” kata Sarif.

    Ia lalu mengajak generasi muda untuk berani berjuang menghadapi tantangan ekonomi dan edukasi di era saat ini. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories