https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Senin, 20 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai Dukung Swasembada Pangan Nasional

by eko ardi
8 Juni 2026
in Ekbis
PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai Dukung Swasembada Pangan Nasional

Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/5/2026). Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.

BacaJuga

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

Di hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani tersebut, Jatmiko mengatakan perusahaan mulai memetakan peluang pengembangan kedelai secara lebih serius. Menurut dia, kedelai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari.

“Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu kami mulai melihat peluang pengembangannya secara jangka panjang,” ujar Jatmiko.

Ia menilai langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tingginya ketergantungan impor kedelai.

Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta hingga 2,7 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor. Dalam beberapa tahun terakhir, luas panen kedelai nasional juga terus menyusut akibat peralihan lahan dan rendahnya minat petani.

Pemerintah kini mulai mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, hingga kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan TNI.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, pola tanam petani di Desa Ngudikan tergolong produktif dengan kombinasi satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam setahun.

Dukungan irigasi, kondisi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare.

Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya di Nganjuk menjadi referensi penting bagi PalmCo sebelum menjalankan proyek percontohan di wilayah perkebunan perusahaan.

Saat ini perusahaan mulai melakukan kajian kesesuaian areal untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim. “Kami ingin memastikan pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipetakan terlebih dahulu,” katanya.

Tahap awal proyek akan dilakukan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin mulai masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai.

PalmCo berharap pengembangan kedelai tidak hanya berkontribusi memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan dan kolaborasi bersama petani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Related Posts

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

20 Juli 2026
Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

20 Juli 2026
Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

20 Juli 2026
MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

20 Juli 2026
Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

20 Juli 2026
International Undergraduate Program Pilihan untuk Future Creative Designer

International Undergraduate Program Pilihan untuk Future Creative Designer

20 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id