CIAYUMAJAKUNING.ID – Kemitraan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia dan pendidikan Australia–Indonesia menggelar pertemuan refleksi di Hotel Patra Cirebon, Rabu (04/06).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Bapperida Kabupaten Cirebon.
Pertemuan membahas berbagai tantangan yang di hadapi sekolah pesisir akibat perubahan iklim sekaligus mencari solusi berbasis riset guna mengatasinya.
Pasalnya, perubahan iklim mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah kondisi SDN Ambulu 3 di Kecamatan Losari.
Sekolah yang berada di kawasan pesisir itu menghadapi dampak banjir rob dan cuaca ekstrem.
Di tambah dengan ketidakpastian penghasilan keluarga nelayan sehingga berpengaruh terhadap kehadiran dan konsentrasi belajar siswa.
Peneliti UPI, Dr Irena, menjelaskan dampak perubahan iklim saat ini tidak hanya menyentuh aspek lingkungan.
“Situasi di SDN Ambulu 3 menunjukkan bahwa dampak iklim sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan,” ujarnya.
Kabid Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Cirebon Eva Musyaerofah menambahkan persoalan tersebut memerlukan penanganan lintas sektor.
“Kami mendorong kebijakan berbasis data terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak nelayan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Ambulu 3 Syaotun, mengungkapkan sekolahnya menghadapi berbagai tantangan di wilayah pesisir.
Selain infrastruktur yang terdampak banjir rob, tingkat kehadiran siswa juga kerap menurun ketika cuaca memburuk.
“Kami berharap ada solusi yang lebih terencana dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam forum diskusi, para peserta mengusulkan sejumlah langkah strategis di antaranya penyesuaian kalender akademik di wilayah terdampak.
Serta pengembangan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan penguatan materi perubahan iklim dalam proses pembelajaran. ***








