spot_img
Sabtu, Juni 27, 2026
More

    Soal Pajak, KPP Pratama Cirebon II Gelar Canvassing Mapag Data

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna menyelaraskan data perpajakan dan mengoptimalkan penerimaan pajak, Pemkab Cirebon memperkuat kolaborasi dengan KPP Pratama Cirebon II melalui kegiatan Canvassing Mapag Data.

    Sekretaris Bapenda Kabupaten Cirebon Fahmi Sudjati mengatakan data yang valid menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

    “Dengan data yang sesuai existing, dapat memaksimalkan pendapatan pajak daerah,” katanya di Hotel Apita Cirebon, Rabu (24/06).

    Fahmi menambahkan kolaborasi tersebut juga menjawab kebutuhan Pemkab Cirebon dalam meningkatkan kualitas basis data perpajakan.

    Karena itu, pengumpulan data secara bersama-sama akan membuat proses pendataan lebih efisien, di bandingkan masing-masing instansi.

    “Salah satunya, tentu lebih efisien terhadap anggaran yang di butuhkan,” ujarnya.

    Bapenda Kabupaten Cirebon berharap kegiatan Canvassing Mapag Data dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    Dengan kolaborasi yang semakin intensif, kualitas data perpajakan diharapkan terus meningkat.

    Sehingga potensi penerimaan negara maupun daerah dapat tergali secara optimal.

    Terkait tingkat kepatuhan wajib pajak, Fahmi menilai kondisinya masih berjalan dengan baik.

    Kesadaran wajib pajak di pengaruhi berbagai faktor seperti pertumbuhan ekonomi dan kondisi usaha.

    Namun demikian, Pemkab Cirebon telah memiliki mekanisme penanganan untuk menjaga kepatuhan.

    Sementara itu, Kepala KPP Pratama Cirebon II Maulana Abdullah menyatakan inisiasi ini merupakan bentuk komitmen yang telah di bangun sejak pertemuan pada 20 Mei.

    Ia mengapresiasi respons cepat Bapenda Kabupaten Cirebon dan dukungan penuh dari Satpol PP yang membuat wacana kolaborasi ini dapat di implementasikan.

    Lebih lanjut, Maulana menjelaskan kata ‘Mapag’ di ambil dari kearifan lokal Bahasa Cirebon dan Sunda yang berarti menjemput.

    Melalui filosofi ini, tim gabungan di terjunkan untuk memastikan data administrasi yang di miliki institusi selaras dengan kondisi di lapangan.

    Tim telah memetakan setidaknya 88 titik lokasi yang menjadi sasaran minimal penyisiran data.

    ​Kegiatan Mapag Data ini mengusung tiga tujuan utama.

    Pertama, menjaga validitas dan meningkatkan kualitas data perpajakan demi mengejar perkembangan di lapangan.

    Kedua, mengoptimalkan penerimaan sektor pajak daerah maupun pajak pusat.

    Ketiga, sebagai bentuk penguatan program sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    Ia menginstruksikan kepada seluruh tim di lapangan untuk tetap mengedepankan etika profesional dan sopan santun.

    Petugas di minta untuk selalu tersenyum, memberikan sapaan hangat serta fokus pada pemberian edukasi supaya tak menimbulkan ketakutan dan keresahan di masyarakat.

    ​Selain itu, Maulana juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja dan pendekatan persuasif jika menghadapi resistensi di lapangan.

    Seluruh petugas di harapkan mampu menyajikan laporan yang akurat dan komprehensif dari hasil penyisiran 88 titik tersebut.

    Sehingga energi besar yang telah di curahkan dalam program dapat memberikan hasil yang optimal bagi negara dan daerah. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories