spot_img
Sabtu, Juli 4, 2026
More

    Kemenko PMK Gelar Upskilling UMKM Ponpes di Kota Cirebon

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren (ponpes), Kemenko PMK bersama PT Pertamina EP Zona 7 dan SKK Migas menggelar kegiatan Upskilling UMKM Ponpes Jabar.

    Kegiatan itu merupakan pengembangan kapasitas pelaku usaha yang ada di lingkungan pesantren.

    Upskilling UMKM Ponpes Jabar di gelar di Pondok Ilmu Derma Agung (PIDERMA), Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Kamis (25/06).

    Selaku tuan rumah, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan ponpes berperan strategis sebagai pusat pendidikan agama sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

    Namun di tengah perkembangan zaman, pesantren juga di tuntut mampu membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

    Menurutnya, berbagai unit usaha yang tumbuh di lingkungan pesantren perlu di kelola secara lebih profesional.

    “Usaha-usaha yang ada di lingkungan pesantren harus mampu berkembang melalui pengelolaan yang profesional, produktif dan adaptif,” ujar Edo.

    Ia menilai di pilihnya Piderma sebagai lokasi pelaksanaan menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum memperkuat ekosistem ekonomi pesantren di daerah.

    Edo menambahkan materi yang di berikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini.

    Mulai dari penyusunan Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi pemasaran, hingga pemanfaatan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar.

    “Agar mampu meningkatkan daya saing usahanya,” imbuhnya.

    Edo juga mengapresiasi keterlibatan para praktisi bisnis dan akademisi yang memberikan pendampingan kepada peserta.

    “Pemkot Cirebon siap menjadi mitra yang mendukung tumbuhnya UMKM pesantren,” tuturnya.

    Tugas pemkot, lanjutnya, adalah menciptakan iklim usaha yang kondusif.

    “Sehingga ilmu yang di peroleh dalam pelatihan dapat di terapkan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan ekonomi pesantren,” tambah Edo.

    Melalui kegiatan ini, Pemkot Cirebon berharap semakin banyak pelaku UMKM pesantren yang lahir dan mampu mengembangkan usahanya secara profesional.

    Serta memanfaatkan teknologi digital dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

    Sementara itu, Pengurus Ponpes Piderma, Gus Hanif mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren.

    Ia berharap setiap ponppes mampu memiliki unit usaha yang produktif sehingga dapat membantu menopang kebutuhan operasional lembaga.

    “Sekaligus mampu melahirkan santri yang memiliki kemampuan berwirausaha, memahami digitalisasi serta siap mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Gus Hanif.

    Ia menilai potensi usaha yang di miliki pesantren sangat beragam.

    Mulai dari produk olahan makanan seperti keripik usus, budidaya ikan air tawar seperti nila, gurami, dan lele hingga peternakan kambing maupun ayam.

    Potensi tersebut di yakini dapat berkembang lebih besar apabila didukung dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories