CIAYUMAJAKUNING.ID – Yayasan Surya Pringga Dermayu di Desa Cikedunglor Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu melestarikan tradisi dengan menggelar Senandung Bujangga di Kota Mangga yang merupakan kesenian khas Indramayu warisan leluhur.
Kegiatan yang di fasilitasi Kemendikbud RI itu menampilkan tradisi bujanggaan, bobotan, seni tari, ruwat, memperlihatkan alih media manuskrip dan Gerbang Maca Dermayu.
Lengkingan suara khas Maestro Bujanggaan Indramayu Ki Lebe Warki menyanyikan puisi bujanggan dengan penuh makna di hadapan para tamu undangan.
Perwakilan Kemendikbud RI Rina Febriyani Dzoelby menyampaikan apresiasi kepada semua pihak karena berkomitmen melestarikan tradisi bujangaan dan manuskrip.

“Tentunya ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena Indramayu memiliki komunitas atau budayawan yang serius melestarikan Tradisi Bujanggaan,” ungkapnya, Sabtu (30/09).
Sementara itu, Camat Cikedung Encep RS mengatakan Indramayu memiliki tradisi lisan pembacaan manuskrip yang di kenal dengan istilah Bujanggaan.
“Tradisi Bujanggaan yaitu kesenian yang berisi nyanyian puisi tradisional atau pupuh yang di lakukan dengan suara tinggi,” terangnya.

Ketua Yayasan Surya Pringga Dermayu Sri Tanjung Sugiarti menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi.
“Ini sebuah langkah konkret dalam mensosialisasikan tradisi bujanggaan, bobotan serta manuskrip-manuskrip sehingga tetap terjaga sebagai warisan budaya takbenda,” katanya.
Selain itu juga memperkokoh sinergitas pelestarian nilai-nilai tradisi dengan memperlihatkan hasil diseminasi alih media tradisi manuskrip bujangaan.
“Kami juga terdapat alih wahana dari manuskrip yang di jadikan komik, pembaca dapat membacanya lewat website Bujangga.id,” ujar Sri. ***


