DPRD Desak Pemkot Cirebon Segera Perbaiki Rumah Ambruk

0
35

CIAYUMAJAKUNING.ID – Komisi III DPRD Kota Cirebon mendesak Pemkot Cirebon supaya segera merealisasikan bantuan perbaikan rumah ambruk bagi masyarakat terdampak.

Hal itu di sampaikan saat raker bersama Pj Sekda, Inspektorat, Dinsos, Disdamkarmat dan BPBD.

Ketua Komisi III DPRD Yusuf menilai program tersebut dapat di realisasikan secepatnya pada tahun 2025.

Ia menilai tidak ada hambatan berarti yang membuat program harus tertunda.

Yusuf menjelaskan bantuan perbaikan rumah ambruk masuk dalam kategori pengelolaan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Hal tersebut sesuai dengan Perwali No.86/2023 tentang Pengelolaan Belanja Tidak Terduga.

“Bulan Desember harus sudah beres,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Fitrah Malik menjelaskan Lampiran I Perwali No.86/2023.

Dalam lampiran tersebut di atur bantuan perbaikan rumah ambruk di kenai mekanisme pembebanan langsung.

Dengan kategori bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.

Selain itu, tidak ada temuan dari BPK RI terkait penyaluran bantuan pada tahap sebelumnya.

“Artinya pelaksanaannya sudah benar,” tuturnya.

Oleh karenanya, Fitrah meminta untuk segera mencairkan sekaligus tahap kedua dan ketiga karena porsi anggarannya masih memadai.

Inspektorat Kota Cirebon Dede Sudarsono menilai mekanisme penganggaran program bantuan perbaikan rumah ambruk sudah benar.

“Apa yang dilakukan kita dalam menganggarkan dan merealisasikan sudah benar,” ujarnya.

Kadinsos Kota Cirebon Santi Rahayu menjelaskan perkembangan pengajuan bantuan untuk tahap II sudah masuk 120 proposal.

“Namun masih menunggu kelengkapan administrasi,” ucapnya.

Ada pun pada tahap III, terdapat 106 proposal yang saat ini berada dalam proses verifikasi dan validasi lapangan.

“Tahap dua ada 120 proposal rumah ambruk, tinggal menunggu mekanisme berproses,” terang Santi.

Lalu tahap tiga, lanjutnya, ada 106 proposal dan pihaknya akan melakukan survei lapangan terlebih dahulu.

Pj Sekda Kota Cirebon Sumanto menyebut mekanisme penganggaran bantuan tetap mengikuti alur yang berlaku.

Ia memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti realisasinya.

“Masih dengan alur yang sama. InsyaaAllah secepatnya di tangani,” ujar Sumanto. ***