CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna menghadapi libur Nataru 2026, Wakil Wali Kota Cirebon (Wawalkot) Siti Farida Rosmawati melakukan monitoring ramp check di Terminal Tipe A Harjamukti, Jumat (19/12).
Wawalkot Siti menilai Kota Cirebon berperan strategis sebagai simpul transportasi di wilayah Jawa Barat bagian timur.
“Momentum akhir tahun selalu di ikuti peningkatan mobilitas masyarakat. Kota Cirebon bukan hanya daerah lintasan, tetapi juga tujuan,” ujarnya.
Karena itu, sambung Siti, ramp check di lakukan sebagai upaya mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas jalan.
Ia berupaya memastikan setiap armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan dan kelaikan jalan.
Siti meminta para penguji kendaraan bermotor dari Dishub bekerja tegas dan presisi.
Seluruh komponen vital kendaraan mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, lampu hingga ketersediaan fasilitas di dalam bus harus di periksa detail.
Ia pun tak segan memberikan sanksi administrasi jika ada armada yang tak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
“Bahkan melarang armada tersebut beroperasi sampai perbaikan di lakukan. Keselamatan penumpang tidak bisa ditawar,” tegas Siti.
Keselamatan perjalanan juga di tentukan dengan kesiapan pengemudi.
Untuk itu, ia mengapresiasi keterlibatan Di nkes dan PSC 119 dalam pemeriksaan kesehatan awak angkutan.
“Pastikan pengemudi dalam kondisi bugar, bebas dari narkoba dan tidak mengalami kelelahan ekstrem,” jelas Siti.

Ia juga mengingatkan masa Nataru tahun ini bertepatan dengan musim penghujan.
Siti meminta BPBD, DPUPR dan DPRKP untuk siaga memantau kondisi infrastruktur jalan dan potensi gangguan akibat cuaca.
Koordinasi dengan Satpol PP dan TNI-Polri pun di minta terus di perkuat demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, Kadishub Kota Cirebon Andi Armawan menjelaskan ramp check di lakukan secara menyeluruh.
Mulai dari kelengkapan administrasi seperti STNK, SIM, dan masa berlaku uji KIR.
Serta kondisi teknis kendaraan seperti ban, sistem pengereman, lampu, wiper, klakson dan komponen pendukung lainnya.
Jika dari hasil pengujian kendaraan di nyatakan tidak layak, maka pihaknya tidak akan mengizinkan untuk beroperasi.
“Kami akan menghubungi pool untuk mengganti armada supaya penumpang tidak di rugikan,” jelas Andi.
Pihaknya juga meminta perusahaan menyiapkan sopir cadangan menyusul banyaknya trayek jarak jauh seperti Surabaya, Denpasar hingga Sumatera.
“Kondisi fisik dan tekanan darah pengemudi harus benar-benar siap,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, armada yang lulus uji di tempeli stiker khusus sebagai tanda laik jalan.
Sementara kendaraan yang belum memenuhi syarat di beri stiker merah dan di larang beroperasi. ***








