CIAYUMAJAKUNING.ID – Bupati Cirebon Imron Rosyadi meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon guna memastikan penanganan banjir di lakukan secara cepat dan terkendali, Rabu (24/12).
Menurutnya, Pemkab bergerak cepat usai memperoleh informasi banjir dari pemberitaan media.
Dalam laporan menyampaikan adanya luapan air di beberapa titik hingga membawa material dan merendam kendaraan milik warga.
“Hasil koordinasi dengan BPBD, sejumlah titik pengaman seperti benteng penahan air akan segera di perbaiki,” kata Imron.
Ia menilai banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu bukan akibat genangan permanen.
Indikasi banjir kiriman terlihat dari kondisi air yang cepat surut setelah hujan di daerah hulu mereda.
Banjir kiriman tersebut sempat berdampak ke beberapa wilayah lain termasuk kawasan permukiman.
Guna mencegah kejadian serupa, pemda akan menggelar rapat lanjutan guna membahas penataan kawasan dan sistem pengendalian banjir.

Penanganan akan di fokuskan pada penataan lingkungan yang ramah lingkungan dan penguatan koordinasi dengan daerah hulu.
Anggota DPR RI Rokhmin Dahuri menilai bencana banjir harus menjadi pembelajaran bersama karena peristiwa itu terus berulang.
Ia juga menyoroti deforestasi sebagai salah satu penyebab utama banjir.
Tutupan hutan di Jawa Barat saat ini hanya sekitar 17 persen, jauh di bawah ketentuan ekologis.
Selain itu, Rokhmin menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan daerah aliran sungai dan pembersihan saluran air.
Serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin mengatakan banjir berdampak pada tujuh kecamatan dengan total 24 desa terdampak.
Ia menyebutkan tidak terdapat korban jiwa namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat terendam air.
“Pengungsi tercatat sekitar 56 jiwa dan bersifat sementara,” tutup Ikin. ***


