CIAYUMAJAKUNING.ID – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menandai usia ke-65 tahun dengan capaian akademik yang membanggakan. Kampus tertua di wilayah Cirebon ini mengukuhkan Guru Besar sekaligus mewisuda ratusan lulusan dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium UGJ, Jalan Pemuda, Kamis (15/1/2026).
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan pengukuhan Prof. Dr. Setiyani, M.Pd. sebagai Guru Besar bidang Pendidikan Matematika. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kematangan institusi sekaligus komitmen UGJ dalam meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., menegaskan bahwa pengukuhan profesor bukan sekadar agenda seremoni, melainkan simbol martabat dan kekuatan intelektual sebuah perguruan tinggi.
“Di tengah era digital dan kecerdasan buatan, literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis menjadi kunci. Apa yang diperjuangkan Prof. Setiyani adalah fondasi penting bagi generasi masa depan,” tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut.
Pada Wisuda ke-76, UGJ meluluskan 926 wisudawan, terdiri atas 4 lulusan Magister serta 922 lulusan Sarjana dan Profesi. Dengan capaian tersebut, total alumni UGJ hingga kini telah mencapai 52.174 lulusan, yang tersebar dan berkiprah di berbagai sektor strategis nasional.
Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya daya serap lulusan UGJ di dunia kerja. Ia menyebut, sekitar 30 persen lulusan periode ini telah diterima bekerja bahkan sebelum diwisuda, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Alumni UGJ telah terserap di berbagai sektor, mulai dari Pertamina, PLN, perbankan nasional seperti BRI, BNI, dan BJB, hingga sektor kesehatan dan pendidikan. Bahkan, Fakultas Pertanian mencatat tingkat serapan kerja hingga 75 persen,” ungkapnya.
Menurut Rektor, memilih UGJ bukan sekadar memilih tempat belajar, melainkan memilih ekosistem pendidikan yang bertanggung jawab terhadap masa depan mahasiswa.
“Kurikulum kami terus diselaraskan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. UGJ berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” tegasnya.
Menghadapi tantangan global, UGJ kini mengusung transformasi besar melalui slogan “Kampus Digital, Dosen Digital, Mahasiswa Digital.” Transformasi tersebut diwujudkan melalui penerapan smart classroom berbasis Google TV, sistem e-learning di seluruh kelas, serta penguatan program magang internasional ke Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.
Tak berhenti di situ, UGJ juga tengah mempersiapkan langkah menuju akreditasi internasional serta pengembangan program double degree bersama perguruan tinggi mitra di Asia, Eropa, dan Australia.
Sementara itu, Ketua YPSGJ, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menegaskan bahwa usia 65 tahun menjadi momentum lompatan strategis bagi UGJ. Yayasan, kata dia, berkomitmen mendorong lahirnya lebih banyak Guru Besar sebagai penggerak daya saing kampus.
“Jabatan fungsional dosen harus menjadi agenda strategis, bukan sekadar administratif. Yayasan siap memfasilitasi dosen yang bersungguh-sungguh, karena profesor adalah kunci peningkatan kualitas dan daya saing UGJ,” ujarnya.
Sidang Terbuka Senat UGJ ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon Hj. Siti Farida Rosmawati, S.Pd., perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Cirebon, serta pimpinan perguruan tinggi mitra.


