Produksi Beras Kabupaten Cirebon Tahun 2025 Menurun

2 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Produksi beras Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dengan hanya mencapai 296.416 ton atau turun sekitar 42.613 ton dari target yang telah di tetapkan.

Namun demikia, Kadistan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya memastikan stok beras aman karena masih berada dalam status surplus.

Secara teknis produktivitas padi di lahan pertanian Kabupaten Cirebon cukup bagus.

Penurunan produksi di nilai adanya pergeseran waktu panen yang di picu oleh kondisi iklim yang tidak menentu sepanjang 2025.

“Terjadi pergeseran waktu panen karena faktor iklim sehingga realisasi panen tidak sesuai dengan proyeksi awal,” ujarnya, Jumat (09/01).

Berdasarkan data, penurunan produksi beras di pengaruhi turunnya realisasi gabah kering giling (GKG) yang berada di bawah target dengan selisih penurunan sebesar 66.469 ton.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, kebutuhan beras di Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 229.310 ton.

“Dengan produksi 296.416 ton, Kabupaten Cirebon masih mengalami surplus sekitar 67.106 ton,” terang Deni.

Namun demikian, surplus tersebut perlu di sikapi secara hati-hati.

Jika tren penurunan produksi terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan berdampak terhadap ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, penurunan produksi juga di pengaruhi oleh menyusutnya luas panen padi.

Sepanjang 2025, luas panen hanya mencapai 74.778 hektare, turun sekitar 11.602 hektare di bandingkan target seluas 86.380 hektare.

Pada 2025 lalu, luas tanam padi mencapai 92.489 hektare, lebih tinggi dari target awal sebesar 90.926 hektare.

Distan kini memperkuat sejumlah langkah strategis mulai dari pengendalian LP2B, optimalisasi kalender tanam hingga perbaikan infrastruktur pertanian.

“Kami berupaya memastikan agar waktu panen bisa lebih tepat dan produksi beras tetap berkelanjutan,” pungkas Deni.***

Share This Article