Edo Dorong Stabilitas Harga dan Transformasi Digital Kota Cirebon

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDWali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan Kota Cirebon memacu mesin ekonominya melalui dua jalur utama yakni stabilitas harga pangan dan transformasi digital yang masif.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala BI Cirebon yang baru.

Langkah strategis ini menjadi fondasi penting Kota Cirebon dan Ciayumajakuning untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

Sinergi antara otoritas moneter dan pemda menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas ekosistem pembayaran non-tunai.

Hingga penghujung tahun 2025, Kota Cirebon berhasil mencatatkan rapor ekonomi yang impresif.

Pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan III-2025 mencapai 5,26%, melampaui angka pertumbuhan Jawa Barat yang sebesar 5,20% dan nasional di angka 5,04%.

Capaian ini linier dengan keberhasilan menekan angka pengangguran terbuka menjadi 6,29% serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke level 78,99.

Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pasar yang dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga inflasi tetap stabil di angka 2,86%.

Menurut Edo keberhasilan mengendalikan inflasi terutama di sektor pangan merupakan buah dari kerja keras TPID bersama BI.

Pihaknya memastikan pertumbuhan ekonomi ini dapat di rasakan langsung oleh masyarakat melalui transparansi keuangan daerah.

“Penggunaan QRIS dan kanal digital lainnya untuk pajak dan retribusi akan terus kami optimalkan,” ujar Edo.

Perluasan digitalisasi di Kota Cirebon juga menunjukkan tren positif yang bukan lagi sekadar gaya hidup melainkan mesin penggerak baru bagi UMKM dan sektor jasa.

Dalam kesempatan itu, Edo juga menyampaikan selamat kepada Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala BI Cirebon menggantikan Jajang Hermawan.

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti memberikan catatan khusus mengenai progresivitas digitalisasi di Cirebon.

Ia mengungkapkan volume transaksi QRIS di Cirebon pada periode Januari hingga November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi.

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Cirebon telah siap menghadapi era ekonomi digital.

“Fokus kita ke depan adalah memperkuat daya tahan pangan dan memperdalam digitalisasi,” tegas Destry.

Pengembangan UMKM yang mendukung sektor pariwisata juga menjadi prioritas dalam memperkuat identitas wilayah Ciayumajakuning.

“BI akan terus mendorong UMKM yang ada di Cirebon,” ujarnya. ***

Share This Article