OJK dan Pemkab Majalengka Perkuat Akses KUR, UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

3 Min Read
Suasana pertemuan OJK Cirebon dan Pemkab Majalengka membahas pertumbuhan UMKM setempat. (Ist).

CIAYUMAJAKUNING.ID: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mendorong peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Majalengka yang terus menunjukkan tren positif.

Penguatan sinergi tersebut disampaikan Kepala Kantor OJK Cirebon, Agus Muntholib, saat audiensi bersama seluruh pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) se-Kabupaten Majalengka dengan Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, Senin (26/1/2026), di Pendopo Bupati Majalengka.

Dalam pertemuan itu, Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK Cirebon yang mempertemukan pemerintah daerah dengan jajaran pimpinan LJK. Ia berharap kolaborasi ini mampu membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka saat ini berada di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat. Capaian ini harus terus dijaga dan diperkuat, salah satunya melalui dukungan sektor jasa keuangan, terutama untuk UMKM dan sektor unggulan daerah,” kata Eman Suherman.

Ia menambahkan, perluasan akses permodalan diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majalengka secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib menjelaskan bahwa kinerja intermediasi perbankan di Kabupaten Majalengka hingga Desember 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Namun demikian, penyaluran KUR dan kredit produktif dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.

“Penyaluran KUR dan kredit modal kerja di Majalengka mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi jika dibandingkan dengan kabupaten lain di wilayah Ciayumajakuning, angkanya masih relatif lebih rendah,” ujarnya.

Berdasarkan data OJK, hingga Desember 2025 penyaluran KUR di Kabupaten Majalengka mencapai sekitar Rp3,4 triliun, sementara total kredit produktif tercatat sekitar Rp9,9 triliun. Angka tersebut menunjukkan potensi pembiayaan yang masih bisa dioptimalkan untuk mendorong kegiatan usaha masyarakat.

Agus menegaskan, OJK akan terus mendorong peran aktif sektor jasa keuangan dalam memperluas penyaluran KUR dan kredit produktif secara inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan pembiayaan UMKM menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui audiensi ini, OJK berharap seluruh LJK dapat memahami langsung kebutuhan dan harapan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kolaborasi yang solid antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan diyakini mampu memperkuat ekonomi Majalengka dengan UMKM sebagai tulang punggungnya.

Share This Article