spot_img
Sabtu, Mei 30, 2026
More

    Kesejukan Pasir Parat Dukupuntang Cirebon Bikin Seger Pikiran

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Di balik panasnya terik mentari di pesisir Pantura wilayah Cirebon ternyata tersembunyi sebuah suasana yang sangat kontras saat memijakan kaki di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang.

    Deru kendaraan dan penatnya aktivitas perlahan hilang begitu kaki menjejak kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Pasir Parat.

    Pasalnya, tempat yang berada di kaki Gunung Ciremai ini menawarkan sesuatu yang sederhana dengan sentuhan ketenangan.

    Ribuan pohon pinus menjulang tinggi yang menaungi menciptakan suasana berbeda.

    Di tambah cahaya mentari yang menyelinap lembut di antara dedaunan.

    Udara pegunungan yang sejuk turut menyapa seolah mengajak setiap pengunjung untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang melelahkan.

    Tak sedikit yang datang hanya untuk duduk diam, sebagian lainnya sibuk mengabadikan momen.

    Dari beberapa titik, lanskap perbukitan terbentang luas dengan latar megah Gunung Ciremai yang berdiri kokoh.

    Pemandangan ini menjadi magnet tersendiri, terutama bagi pencinta fotografi alam dan penikmat senja.

    Namun, siapa sangka, kawasan ini ternyata lahir dari inisiatif sederhana warga setempat.

    Kuwu Cipanas Maman menuturkan Buper Pasir Parat mulai di buka pada tahun 2019.

    Berbekal semangat gotong royong, para pemuda setempat mulai menata kawasan kebun pinus menjadi destinasi yang layak di kunjungi.

    “Kami kerja bakti menata kawasan Pasir Parat agar bisa dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

    Pengunjung yang datang tidak di bebani tiket masuk namun hanya di kenakan biaya parkir kendaraan.

    “Kami memang ingin tempat ini tetap terbuka untuk siapa saja. Pengunjung cukup bayar parkir saja,” tambah Maman.

    Meski sederhana, fasilitas yang tersedia terbilang memadai.

    Terdapat musala, toilet umum hingga akses WiFi.

    Area parkir yang luas juga memungkinkan wisatawan datang bersama keluarga atau rombongan.

    Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih syahdu.

    Di antara pepohonan pinus yang gelap menjulang, suara alam menjadi satu-satunya latar.

    Udara dingin menusuk pelan, sementara cahaya api unggun atau lampu tenda menciptakan kehangatan yang intim.

    Buper Pasir Parat kini juga menjelma menjadi ruang jeda dan menjadi tempat kesederhanaan yang menjadi daya tarik utama. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories