spot_img
Jumat, Mei 8, 2026
More

    Nilai Produk Ekspor Kabupaten Cirebon Menunjukkan Tren Positif

    CIAYUMAJAKUNING.IDDisperdagin Kabupaten Cirebon mencatat nilai produk ekspor dari Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir sejak 2023 hingga 2025.

    Hal tersebut mencerminkan daya tahan sektor industri di tengah dinamika global.

    Pada 2023, total nilai ekspor tercatat sebesar 354,59 juta dolar AS, meningkat signifikan pada 2024 menjadi 423,89 juta dolar AS.

    Sementara pada 2025, nilai ekspor kembali naik menjadi 432,05 juta dolar AS meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat.

    Kadisperdagin Kabupaten Cirebon Suhartono mengatakan, tren tersebut menjadi indikator positif bagi kinerja industri pengolahan di daerah.

    “Penguatan ekspor tidak terlepas dari kontribusi sejumlah komoditas unggulan, terutama rotan dan furnitur,” terangnya.

    Untuk komoditas rotan dan furnitur, nilai ekspor tercatat sebesar 102,79 juta dolar AS pada 2023.

    Nilai tersebut melonjak pada 2024 menjadi 156,97 juta dolar AS.

    Pada 2025, nilai ekspor rotan dan furnitur tercatat sebesar 126,84 juta dolar AS yang masih menunjukkan kontribusi besar terhadap total ekspor.

    Selain itu, produk tekstil juga menunjukkan kinerja positif dalam periode yang sama.

    Nilai ekspor tekstil tercatat sebesar 63,15 juta dolar AS pada 2023, kemudian meningkat menjadi 93,22 juta dolar AS pada 2024.

    Pada 2025, nilai ekspor tekstil kembali naik menjadi 93,59 juta dolar AS.

    Meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas, tren umum ekspor Kabupaten Cirebon tetap mengarah pada penguatan.

    Suhartono mencontohkan, industri rotan misalnya, masih menghadapi ketergantungan bahan baku impor.

    Terutama untuk kebutuhan finishing seperti pernis berbahan dasar minyak bumi.

    “Memang ada dampak dari bahan baku impor, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap kinerja ekspor,” katanya.

    Selain itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah pelaku industri, baik industri kecil dan menengah (IKM) maupun industri besar.

    Menurut Suhartono, bertambahnya pelaku usaha berdampak pada peningkatan kapasitas produksi serta kualitas produk.

    Pihaknya pun optimistis tren ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, seiring upaya peningkatan efisiensi dan inovasi industri. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories