spot_img
Rabu, Mei 20, 2026
More

    Curug Ciranca, Pesona Hidden Gem di Dukupuntang Cirebon

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Adalah Curug Ciranca, air terjun setinggi sekitar 30 meter berdiri tenang di antara hamparan hijaunya pepohonan yang menawarkan ketenangan dan kesejukan.

    Air Curug Ciranca yang berada di Desa Kedondong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon itu jatuh deras dari tebing batu yang kokoh dan gelap.

    Sebelum dapat menikmati sejuknya air curug, pengunjung di tantang lebih dulu untuk tracking.

    Pengunjung di haruskan melewati jalanan kecil yang melintasi Desa Girinata, Cipanas dan Desa Kedongdong Kidul.

    Saat melintasinya, suara gemericik air terdengar samar dari kejauhan.

    Langkah menuju titik air terjun memang bukan perjalanan singkat yang mudah.

    Kendaraan dapat di parkirkan di sekitar permukiman warga atau area kantor desa.

    Perjalanan lalu di lanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak, pematang sawah hingga pinggiran sungai.

    Di sepanjang perjalanan, hamparan sawah membentang dan sesekali suara burung liar memecah sunyi.

    Beberapa bagian jalur bahkan cukup licin, terutama selepas hujan. Namun, justru di situlah pengalaman itu terasa utuh.

    Tak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak hanya untuk mengatur napas sambil memandang perbukitan hijau.

    Curug Ciranca sering di sebut sebagai ‘hidden gem’ (surga alam tersembunyi) yang jauh dari hiruk-pikuk kota oleh para pelancong.

    Percikan air Curug Ciranca memang memikat karena kesederhanaannya.

    Airnya pun di kenal sangat segar karena berasal langsung dari mata air pegunungan.

    Di Curug Ciranca ponsel seolah kehilangan daya tariknya.

    “Setiap akhir pekan Curug Ciranca ramai di kunjungi untuk menikmati keindahan alamnya,” ujar Nana Surana, Pj Kuwu Kedondong Kidul, Jumat (08/05).

    Menurutnya, akses menuju curug menjadi perhatian penting bagi pengunjung.

    Jalur tracking yang alami membuat wisatawan perlu mempersiapkan diri sebelum datang.

    “Pengunjung yang akan ke Curug Ciranca di imbau untuk menggunakan sepatu atau sandal gunung tracking,” kata Nana.

    Di sekitar kawasan curug, pengunjung biasanya membawa bekal sendiri.

    Meski belum berkembang menjadi destinasi wisata besar, Curug Ciranca perlahan mulai dikenal luas melalui cerita dari mulut ke mulut dan media sosial.

    Bagi masyarakat Desa Kedondong Kidul, kehadiran Curug Ciranca menyimpan harapan tersendiri.

    “Kami berharap Curug Ciranca ini menjadi destinasi wisata yang mampu mendongkrak ekonomi Desa Kedondong Kidul,” harap Nana. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories