https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Budaya

Arkeolog Temukan Mainan Tradisional Anak Pada Ekskavasi Situs Sambimaya Indramayu

by Noer Panji
4 Juni 2021
in Budaya
Situs Indramayu

Temuan Permainan Anak di situs Dingkel Sambimaya Indramayu

CIAYUMAJAKUNING.ID – Tim Arkeolog menemukan alat permainan anak bernama Gancuk di tengah penelitian dan ekskavasi bangunan diduga candi di Desa Sambimaya Kabupaten Indramayu.

Alat permainan tersebut terbuat dari gerabah pada kedalaman 170 sentimeter. Tim juga menemukan fragmen gerabah gores yang dimungkinkan memiliki kesamaan dengan gerabah yang ditemukan di Situs Buni Bekasi.

BacaJuga

Niat Disbudpar Lestarikan Gerabah Sitiwinangun Jamblang Cirebon

Disbudpar Gelar Seminar Kajian Koleksi Topeng Cirebon 2026

Keren! 15 Karya Budaya Kabupaten Cirebon Jadi WBTb Jabar

Perkuat Kolaborasi via Festival Kepatihan 2026 Kota Cirebon

Mainan anak anak tradisional terbuat dari gerabah ini ditemukan di kotak ekskavasi B6 S7 oleh tim arkeolog.

“Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa situs dingkel yang tengah dilakukan ekskavasi merupakan kawasan permukiman,” kata Ketua tim ekskavasi arkeologi situs Dingkel Sambimaya Nanang Saptono, Jumat (4/6/2021).

Dia menjelaskan temuan gacuk sangat penting untuk dapat mengungkap keberadaan situs Dingkel pada masa lalu.
Menurut Nanang, Gacuk yang ditemukan di Indramayu ini memiliki fungsi sakral dan profan.

Fungsi profan, sebagai alat permainan anak anak. Sementara fungsi sakralnya bisa sebagai alat penunjang dalam upacara keagamaan seperti tujuh bulanan bagi calon ibu yang akan melahirkan.

Nanang memastikan temuan tersebut ditemukan di areal pemukiman. Sama halnya dengan temuan gacuk di situs permukiman yanga di daerah Trowulan, Batujaya, dan situs situs permukiman lainnya di Indonesia.

“Tapi kami belum bida memastikan apakah di Sambimaya ini memiliki tradisi penggunaan gerabah seperti di situs Buni,” kata dia.

Nanang menggambarkan, gerabah gores yang ditemukan di situs Buni memiliki fungsi pengunaan yang berbeda.

Seperti sebagai wabah bekal kubur dan fungsi sebagai alat penunjang dalam memasak sehari hari.

“Harus ada kajian lebih lanjut terhadap gerabah gores ini,” kata dia.

Sementara, progres ekskavasi di situs Dingkel Sambimaya ini tim arkeologi audah menggali tiga kotak ekskavasi. Masing-masing kotak, tim berhasil menemukan dinding struktur bangunan, sudut struktur bangunan, dan fragmen gerabah lokal dalam jumlah yang banyak.

Pada ekskavasi kali ini, tim memperkirakan ada tiga bangunan yang saling berdekatan. Hanya saja, tim arkeologi dari Balar Bandung dan BPCB Banten belum dapat menginterpretasikan apakah bangunan ini berfungsi sebagai bangunan suci atau hanya sebagai rumah tinggal.

Tags: Candi DingkelCandi IndramayuSitus Indramayu

Related Posts

Promosi Digital Dekranasda Kuningan Terbaik di Ajang PKJB 2026

Niat Disbudpar Lestarikan Gerabah Sitiwinangun Jamblang Cirebon

2 Juli 2026
Bangun KDKMP, Stranas PK Pantau Alih Fungsi Lahan Indramayu

Disbudpar Gelar Seminar Kajian Koleksi Topeng Cirebon 2026

28 Juni 2026
Porsenitas XIII Kota Cirebon, Kontingen Kuningan Kirim 140 Atlet

Keren! 15 Karya Budaya Kabupaten Cirebon Jadi WBTb Jabar

26 Juni 2026
Porsenitas XIII Kota Cirebon, Kontingen Kuningan Kirim 140 Atlet

Perkuat Kolaborasi via Festival Kepatihan 2026 Kota Cirebon

26 Juni 2026
BPS Kuningan Sebar 1.036 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Warga Talun Cirebon Gelar Pawai Budaya 1 Muharam 1448 Hijriah

20 Juni 2026
BPS Kuningan Sebar 1.036 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Ziarah Makam dan Pawai Obor Warnai Hari Jadi Cirebon ke-599

20 Juni 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id