CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna memperluas kemitraan dan pengembangan usaha, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Toyamilindo serta PT Polaris Multiservis Paramita (PMP) di kantor Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Rabu (20/05).
Penandatanganan kerja sama tersebut sekaligusupaya memperkuat peran badan usaha daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata,dan pemberdayaan masyarakat.
“Semoga sinergi ini menjadi berkah, menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal serta membawa pariwisata dan produk asli Kuningan semakin di kenal lebih luas,” ucap Bupati Kuningan.
Ia berharap PDAU dapat memperluas bisnis sekaligus memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi daerah melalui pemasaran produk lokal.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya dan kearifan lokal dalam proses pembangunan destinasi wisata.
Sementara itu, Dirut PDAU Kuningan Adang Kurniawan mengatakan kerja sama pertama di lakukan PDAU dengan PT Toyamilindo selaku pemilik merek air minum kemasan Mountoya.
Kemitraan mencakup pengembangan co-branding dengan menjadikan Mountoya sebagai official drinking water sektor wisata, optimalisasi distribusi via jaringan pemasaran PDAU hingga penguatan standar mutu produk melalui program pelatihan.
Sementara kerja sama dengan PT PMP di arahkan pada pengembangan dan optimalisasi pengelolaan dua destinasi wisata daerah yakni Leuweung Monyet Cibeureum serta Balong Dalem.
Pengembangan kawasan wisata tersebut akan di fokuskan pada pemberdayaan masyarakat sekitar via prioritas tenaga kerja lokal dan penyediaan ruang usaha bagi pelaku UMKM.
Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kuningan Rinekawiati Soelaeman mengatakan kerja sama ini di harapkan memperkuat kinerja dan kesehatan keuangan PDAU via dukungan investasi dan dana partisipasi awal dari mitra.
“Sehingga mampu mempercepat pengembangan unit usaha daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.
Penandatanganan MoU ini menjadi penanda bergeliatnya PDAU Kuningan yang berharap menjadi salah satu lokomotif ekonomi Kuningan yang memberi ruang untuk pelaku UMKM, industri dan petani. ***



